09 Maret 2011

The Mystery Of Venbix's Disappear

Teng...Teng...Teng..., Waktu Upacara Tiba, Semua Muridpun Berkumpul Di Lapangan Untuk Melaksanakannya, “Ayo Cepat Kita Baris !!!” kata Adela, “Iya, Del, Jgn Marah-Marah Donk” Kata Jadhug.... Upacara Tanggal 7 Maret 2011 Segera Dilaksanakan “Akhirnya, Selesai Juga Upacaranya, Memang Mataharinya Ada Berapa Sih ? 3-kah Mataharinya” Kata Cheldric, “Ah... Biarin Yg Penting Kita Sudah Selesai Upacara” Balas Riki, Jam Pelajaran Bahasa Inggris Pun Tiba, “Stand Up Please... Greeting...Good Morning Ma'am” Kata Anak-Anak Serempak, “Silakan Duduk, Ibu Absen ya. Adela.. Hadir, Agisti.. Hadir, Ananda Dea.. Hadir Bu......................Yemima.. Yemima.. Yemima !!!, Dimana Yemima ?” Tanya Bu Herlin, “Saya Tidak Tahu Bu, Tapi Saya Lihat dia masuk, Tetapi Sekarang Dia Tidak Ada, Tasnya Masih Disini.” Kata Dea, “O... Baiklah Mungkin Dia Ke Toilet.” Kata Bu Herlin.”

.

Setelah Beberapa Lama...


Baiklah Anak-Anak Waktu Pelajaran Kita Sudah Habis. Tetapi Yemima Dimana ?” Kata Bu Herlin, “Biarlah, Kita Tunggu Saja Sebentar Lagi Pak Parman Datang.” Kata Adela, “Pak Parman Datang... Pak Parman Datang !!!” Teriak Fathur, “Stand Up Please... Greeting... Good Morning Sir”Kata Anak-Anak Serentak, “Ayo Anak-Anak, Kita Selesaikan Tugasnya Dari Depan Sana..Menunjuk Ke Bangku Yemima, Di Situ Ada Siapa ?” Tanya Anak-Anak, “Tidak Tahu Pak, Hilang.” Jawab Cita, “O.. Baiklah Di Sampingnya Saja” Kata Pak Parman

.

Setelah Beberapa Lama...


Baiklah Waktu Kita Sudah Habis. Anak Yg Ada Di Sebelah Di Samping Dea Kemana ?” “Saya Belum Tahu Pak, Gak Datang-Datang Dari Tadi.” Kata Dea, “Oke Kalian Sudah Boleh Istirahat.” Kata Pak Parman.

.

15 Menit Kemudian...


Ayo Anak-Anak Kita Masuk.” Ajak Bu Darmi, Stand Up Please Greeting... Good Afternoon Ma'am. “Ibu Absen Ya. Adela.. Hadir, Agisti.. Hadir, Ananda Dea.. Ananda Dea.. Ananda Dea !!!” Kata Bu Darmi, “Dea, Mungkin Masih Makan Bu.” Kata Hikmah. “Ya Udah, Kita Tunggu Aja Nanti, Kita Belajar Dulu.” Kata Bu Darmi.

.

Setelah Beberapa Lama...


Teng...Teng...Teng

Maaf, Anak-Anak Waktu Sudah Selesai, Kalian Istirahat Saja” Bilang Bu Darmi, “Adakah kamu Merasa Aneh, Yemima Dan Dea Tiba-Tiba Menghilang, Entah kemana Mereka Pergi, Tapi Ini Misterius Sekali, Seorang Anak Yg Terlihat Masuk Sekolah Tiba-Tiba Menghilang, Dan Tidak Kembali. Mudah-Mudahan Kita Bisa Memecahkan Misteri Tersebut” Kata Cita, Mohon Maaf Atas Perhatiannya, Kami Umumkan Untuk Besok Sampai Hari Sabtu Libur, Karena Ada UAN Dari kelas 9 SMP, jadi Untuk Siswa Kelas 7 dan 8, Untuk Sekolahnya Bisa Diliburkan. Terdengar Pengumuman Dari Aula, “Yes, Ini Kesempatan Kita, Kita Bisa Menyelediki Misteri Ini.” Kata Ilma.

.

Teng...Teng...Teng


Woy, Masukan !!!” Teriak Trisno, “Ada Pak Parman... Ada Pak Parman...” kata Andi, “Ok Kita Lanjutkan Tugasnya, Mulai Dari Paling Belakang Sambil Menunjuk Bangku Pandu dan Charlie, Anak Yg Duduk Disana Siapa ?” Tanya Pak Parman, “Pandu Sama Charlie Pak !!!” Teriak Anak-Anaknya Serempak, “Dimana Mereka ?.” Tanya Pak Parman Lagi, “Tidak Tahu Pak, Mungkin Masih Di Kantin.”

.

Setelah Beberapa Lama...


Waktu Kita Sudah Habis, Setelah Ini Pelajaran Siapa ?” Tanya Pak Parman, “Pkn Pak !!! Kata Adela. Tunggu Sampai Gurunya Datang Kesini ya, Baik Pak.”, “Adela Aku Sama Ridha Pingin ke WC Bentar Ya.” Bilang Evelyn, “Cepet Balik, Ya.” Kata Adela, “Bu Kus Datang... Bu Kus Datang !!!” Teriak Cheldric, “Stand Up Please... Greeting... Good Afternoon Ma'am, ”Silakan Duduk Anak-Anak, Siapa yg Duduk Disini Sambil Menunjuk Kearah Bangku Evelyn Dan Ridha ?”, “Evelyn Dan Ridha, Bu.” Teriak mereka, “Kemana Mereka Ber-2 ?” Tanya Bu Kus, “Ke WC Katanya Bu, Tunggu Aja Bu.” Kata Hikmah, Baiklah, Ayo Kita Mulai Pelajaran.

.

Setelah Beberapa Lama...


Ok, Anak-Anak Sudah Boleh Pulang. Tapi Anak Yg Duduk Di Bangku Depan Ini Belum Datang Juga.” Kata Bu Kus, “Biarin aja Bu, Ke Kunci Di WC Mungkin, Hahahaha.” Canda Cheldric. Let's Say A Prayer Together Please... Start !

.................................Hening Sementara.......................................................................... Finish, Stand Up Please... Greeting. Thank You Ma'am. Setelah Mereka Semua Salim Kepada Bu Kus, Adela, Cita, Dan Ilma Memanggil Semua Anak Venbix, “Woy !!! Semua Anak Venbix, Masuk Ke Kelas Semua !!!” Teriak Mereka, Setelah Mereka masuk... “Kalian Semua Ada Merasa Aneh Gak, Yemima, Dea, Pandu, Charlie, Evelyn Dan Ridha, Menghilang Tiba-Tiba, Padahal Mereka Sempat masuk Ke Sekolah, Apakah Itu Sesuatu Yg Janggal, Menghilang Tiba-Tiba” Kata Cita, “Betul Tuh, Cit” Kata Hanifa, “Mungkin Mereka Bolos.” Kata Riki, “Tidak Mungkin Jika Mereka Bolos, Mereka Pasti Akan Membawa Tas Mereka Jika Ingin Membolos.” Kata Cita, “Jadi, kemana Mereka pergi kalau Begitu ?” Tanya Hikmah, “Itu Masalahnya, Besokkan Hari Libur Kita Datang Kesekolah Semua Berkumpul Di Depan Kelas, Kelas pasti Terbuka, Jadi Kita Bisa Memeriksa Apa Yg Terjadi Di Kelas Kita, Ok” Kata Cita, “Setuju !!!” Teriak mereka, ... . “Kita Kompak Dulu”, Venbix...Venbix.. Go !!!.


Keesokan harinya


Kita Semua Sudah berkumpul, Tetapi Alya Dan Syarifah Belum Juga Datang” Kata Ilma, “Kita Tinggalin Aja, Palingan Mereka Nyusul” kata Jadhug, Ayo Kita Ke Kelas,


Sesampai Di Kelas...


Sekarang begini, Kita Lihat, Sesuatu Yg Aneh Terjadi 8 Teman Kita Sudah Hilang Dengan Misterius, Kita Harus Menyelidikinya, Coba Kita Lihat, Orang Yg Menghilang, Merupakan Orang Yg Duduk Di Sudut Seperti, Yemima Dan Dea Yg Duduk Di Pojok Kiri Depan, Evelyn Dan Ridha Yg Duduk Di Pojok Kanan Depan, Alya Dan Syarifah Yg Duduk Di Pojok Kiri Belakang, Dan Charlie Dan Pandu Yg Duduk Di Pojok Kanan Belakang Dan Jika Kita Tarik Garis Dari Pojok Kiri Depan Ke Pojok Kanan Belakang, Dan Pojok Kanan Depan Ke Pojok Kiri Belakang. Dan Tengah-Tengahnya Berada Tepat Di Samping Tempat Riki Dan Agisti, Pasti Ada Sesuatu Yg Berhubungan Dengan Misteri Ini, Oh Ya.. Coba Kalian Geser Tempat Duduk Yg Berada Di Tengah-Tengah Tersebut, Yaitu Tempat Duduk Riki & Jadhug Dan Agisti & Ardila.” Perintah Cita, “Hmm... masuk Akal Juga, Ayo Kita Geser Kursinya.” Kata Riki, “Sudah Cit...” Teriak Jadhug, “Setelah Itu.... Hmmm..” “Kita Siram Air Lantainya, Soalnya, Aku Pernah Dengar Cerita, Kalau Biasanya Ada sesuatu Rahasia Terbongkar Jika Kita Menyiram Objek Tersebut Dengan Air, Mungkin Ada Tanda Jika Kita Siram Lantai Tersebut.” Kata Bima, “Betul Juga Tuh, Give Me Five”, Bilang Agisti, “Ayo Kita Siram Lantainya. Setelah Disiram. “Tidak Terjadi Apa-Apa” Kata Cheldric, “Sebentar... Sebentar Ada Sesuatu Tulisan Di Lantai Tersebut.” Di Bawah Tempat Duduk Ardila Ada Huruf O, Dibawah Tempat Duduk Agisti Ada Huruf P, Dibawah Tempat Duduk Riki Ada Huruf E, Dan Di Bawah Tempat Duduk Jadhug Ada Huruf N, Dan Jika Dibaca Mirip Sebuah Kata OPEN, Apa Yg Terjadi Jika Aku Injak Lantai Ini.”Kata Bima, Bima Akhirnya Menginjak Lantai Yg Berhuruf O Grrrtt... Bunyi Lantai Tersebut, Lalu Agisti Menginjak lantai Berhuruf P, Dan Adela Farrah Menginjak Berhuruf E, Dan Stefanus Menginjak Lantai Berhuruf N, Dan Tiba-Tiba, Grrrtttt !!!! Glek...Glek...Glek...Glek......... Lantai Tersebut Makin Menurun Dan Menjadi Sebuah Tangga Bawah Tanah, “Ada Pintu Rahasia, Ternyata, Ayo Kita Masuk” Ajak Cita, Aaaaa....!!!!!, Terdengar Teriakan Yg Kuat Dari Luar Kelas”Apa Itu ?” Tanya Cita, “Ah Mungkin Ada Cewek Ngelihat Kecoa Kali, Jadi Teriak” Kata Cheldric, “Ya Udah, Tidak usah Dihiraukan, Ayo Sekarang Kita Masuk, Siapa Yg HP-nya Ada Lampunya Jalan Duluan, Biar Bisa Nerangin Jalan, Eh Ngomong-Ngomong Mana Trisno Dan Rizky, Ya ?” Kata Bima, “Ah... Kencing Palingan Mereka Biarin Aja, Kita Masuk Aja, Biar Dia Jagain Kita Di Luar.” Kata Riki, Akhirnya Mereka Semua Turun Melalui Tangga Tersebut, “Aduh, Hati-Hati Donk, Kalau Jalan.” Omel Riki, “Orang gelap Rik.” Kata Bagus. “Hei Teman-Teman Aku Melihat Ada Cahaya, Ayo Kita Kesana.” Ajak Bima, Setelah Sampai, “Oh.. Ternyata Hanya Obor, Tetapi Banyak Jadi Kita Bisa Jalan Tanpa Lampu HP Kita” Kata Cita, “Ayo Kita jalan...” Kata Bima, “Stop...Stop !!! Jangan jalan Dulu, Coba Kamu Lihat Jalannya, Tiap Satu Petak Ada Satu Huruf” Kata Agisti, “Apa Yg harus Kita Lakukan, Kalau Kita Tidak Boleh Jalan, Dan Apa Maksudnya Ini, Apa Ada Hubungannya Dengan Urutan Nama Kita ? Atau Sesuai Orang Yg menghilang ?” Kata Cita, “Mungkin Begitu, Yg Pertama Adalah Yemima, Berarti Kita Harus menginjak Huruf Y, Setelah Itu Ananda Dea, Berarti Kita Menginjak Huruf A, Dan Sampai Trisno.” kata Stefanus, “Betul Juga, Coba Kita Injak.” kata Adela, Adela Pun Menginjak, Huruf Y, Kemudian A, Lalu P, C, E, R, S, A, R, T Dan Akhirnya Mereka Sampai Di Ujung Dan Tidak Ada Lagi Lantai Yg Bergambar Huruf. “Betul, Tidak Terjadi Apa-Apa, Tetapi Apa Yg Terjadi Jika Aku Injak Lantai Berhuruf Yg Salah ?” Kata Adela, Akhirnya Adela mencoba Menginjak Huruf B, Dan Tiba-Tiba Keluarlah Banyak Anak Panah, “Adela, Awas, Ada Anak Panah Menuju Ke Arah-mu !!!” Teriak Cita, Syutt!!!! Adela Berusaha menghindar Anak Panah Tersebut, “Berhenti menginjak Huruf B Tersebut !!!” Kata Cita, Ketika Adela melepaskan Kakinya Dari Lantai Berhuruf B, Tidak Ada Anak Panah Yg keluar Lagi Dari Sana. “Ayo Semuanya Ikut Aku.” Kata Adela, Mereka Semua mengikuti Lantai Yg Di Injak Adela, Aaaaaa!!!!!!! Terdengar Sebuah Teriakan, “Teriakan Apa Itu ?” Tanya Cita, “Tolong Cit !!! Ini Aku, Hanifa, Ilma Sudah Tertarik, Ke Dalam Sebuah Asap Dan Sekarang Akk....” Omongan Hanifa Terputus, “Sebuah Asap Yg Menarik Seseorang ? Jadi Mereka Semua Menghilang Karena Tertarik Sebuah Asap ? Dari Mana Asap Itu Berada ?” Kata Cita, “Ada Apa Cit ?” Tanya Bima, “Ilma dan Ha.. Hanifa Tertarik Sebuah Asap.” Kata Cita, “Hah, Tertarik Sebuah Asap ? Mana Ada Asap Yg Bisa Menarik Seseorang. Tapi Bisa Saja, Karena Mereka Hilang Secara Tiba-Tiba.” Kata Bima, “Ayo Cepat Kita Harus Jalan Terus Untuk Membongkar Misteri Ini.” Kata Adela.

.

Setelah Beberapa Lama...


Jam Berapa Sekarang, Bim ?” Tanya Bagus, “Coba Aku Lihat, .. Jamku Kok Rusak Menitnya Gak Jalan.” Kata Bima, “Oh... Ya Udah, Stef.. Jam Berapa Sekarang ?” Kata Bagus, “Bentar.. Aduh, Jamku Rusak Lagi, Angka Menitnya Tidak Bergerak” Kata Stefanus, “Hei, Siapa nah, yg Punya Jam Tangan Kasih Tahu Jam Berapa ?” Teriak Bagus, “Jam ku Kok, Rusak ya ?, Kamu Del ?” Tanya Cita, “Aku Juga Sama.” Kata Adela, “Coba Jam HP Kalian.” Kata Bagus, “Mati Juga.” kata Bima, “Aku Juga, Bim.” Kata Stefanus, “Mengapa Semua jam Berhenti ?” Tanya Dewi, “Kalau Tidak salah, Karena Kita memasuki Daerah Magis, Sehingga Waktu Menjadi Berhenti.” Kata Farrah, “Betul, Tuh Far, jadi Jam Kita Tidak Bisa Bergerak Karena Kita Berada Di Daerah Magis, Tetapi Setelah kita Keluar Pasti Akan Bergerak Lagi-kan. Kompak Dulu Farrah.” Kata Agisti.

.

Setelah Beberapa Lama..

Apa Itu ? Sebuah Teka-Teki Lagi ? Tetapi Ada 5 Labirin, Yg Mana Harus Kita Lalui ?” Kata Bima, “Lebih Baik Kita Berpencar.” Kata Dewi, “Jangan, Aku Tidak Mau Nanti Ada Yg menghilang, Lebih Baik Kita Pakai Cara Dulu, Mungkin Ada Hubungannya Dengan Jam Kita, Coba Kalian Lihat Kemana Arah Jam Kalian” Bilang Farrah, “Kalau Aku Kearah, Labirin Ke-4” kata Bima, “Kalau Aku Juga sama.” kata Cita, “Kalau Aku kearah Labirin 4 Juga.” Kata Adela, “Sama Aku Juga Ke Arah Labirin 4.” Kata Pingkan, “kalau Begitu Kita Masuk Ke Labirin 4.” Kata Farrah, “Apakah benar Kita Harus masuk Ke Labirin 4 ?” Kata Bima, “Iya.” Kata Farrah, Akhirnya Mereka Memilih Labirin 4, Aaaaa !!!!!! Terdengar Teriakan Lagi, “Siapa Lagi Yg Menghilang ?” Kata Riki, “Coba Kita Lihat, Hikmah, Melinda, Stefanus, Bagus, Dewi, Farrah, Agisti, Ardila, Riki, Jadhug, Adela, Cita, Andi, Reynaldo, Bima, Ferrish, Cheldric, Dan Fathur, Dimana Pingkan Dan Felita.” Kata Fathur, “Jangan-Jangan teriakan Tersebut, Adalah Teriakan Pingkan Dan Felita.” Kata Jadhug, “Ah, Biarkah Saja Yg Penting Kita Bisa Selamatin Mereka, Pasti Suatu Saat Kita Bisa menemukan Mereka.” kata Farrah

.

Setelah Mereka Berjalan Beberapa Lama...

,

Ada Sebuah pintu, Apakah Kita Harus Masuk Ke Dalam ?” Kata Ardila, “Tentu.” Kata Adela, Tolong!!!!! Sebuah Permintaan Tolong Terdengar, “Siapa Itu ?” Kata Agisti, “Aku Andi, Reynaldo Sudah Terhisap Dan....” Perkataan Andi Terputus, “Pintu Ini Terbuat dari Batu Bagaimana Cara membukanya ?” Tanya Hikmah, “Sebentar, Pasti Ada Hubungannya Lagi Dengan Jam Tangan Kalian Yg berhenti. Kemana Arah Jam Tangan Kalian ?” “4” Teriak mereka, “Kau Lihat Pintu Batu Ini, Ada Putaran Di Pintunya, Mirip Sebuah Brankas, jadi Kita Putar Pemutar Brankas Pintu Ini Kearah Angka 4” Kata Farrah, “Ayo Kita Coba.” Kata Stefanus, Aaaaaa!!!! , Terdengar Sebuah Teriakan Lagi, “Siapa Lagi Yg menghilang ?” Kata Bima, “Adela Dan Cita” Kata Bima, Grrrttt...., Pintu Tersebut, Terbuka, Akhirnya mereka Semua Masuk, Ketika Mereka Ber-14 Masuk, Hikmah, Melinda, Stefanus, Bagus, Farrah, Dan Dewi Tertarik, “Tolong !!!!” Kata Mereka Ber-6, “Tidak !!!” Kata Bima, “Sekarang Kita Hanya Ber-8” Kata Agisti, “Kau Lihat I..Itu.” Kata Bima Ketakutan, Itu Adalah Tubuh Teman-Teman Kita, Tubuh mereka Semua Digantung, Dan mereka Digantung Sesuai Urutan mereka Menghilang, Yemima, Dea, Charlie, Pandu, Ridha, Evelyn, Syarifah, Alya, Trisno, Rizky, Hanifa, Ilma, Pingkan, Felita, Andi, Reynaldo, Adela, Cita, Hikmah, Melinda, Stefanus, Bagus, Farrah, Dan Dewi Mereka Ber-24 Digantung, Hwooooo!!!! Gwoo!!!, Terdengar Suara Menakutkan Dari berbagai Arah, “Suara Apa Itu” Tanya Agisti, “Sepertinya Berasal dari Satu Arah, hanya Saja Suara Tersebut bergema Sehingga Terdengar Dari Beberapa Arah, Pasti Ada Satu Tempat Dimana Suara Tersebut Berasal” Kata Fathur, “Ayo Kita Cari !!!” Kata Cheldric, “Hei, Teman-Teman, peti Apa Ini ?” Tanya Riki, “Coba Kamu Buka.” Kata Agisti, “Tidak Bisa Dibuka” Kata Riki, “Masak ?” Kata Agisti, “Sini Biar Aku Aja” Kata Cheldric, “Egh!!! Susah Juga, “Petinya Kekunci Mungkin” Kata Jadhug, “Coba Aku Lihat.” Kata Agisti, “Oh... Ini Pasti Ada Hubungannya Lagi Dengan Jam Kita, Dan Ini Persis Dengan Pintu Batu Yg Kita Lalui Tadi, Kita Harus Putar Ke Arah Angka 4, Tetapi Disini Ada 4 Angka Yg bertuliskan Angka 4, Ada Yg Disebelah Utara, Timur, Selatan, Dan Barat, Sedangkan Jam Tangan Menunjukan Ke Arah Timur, jadi Kita Putar Tombol Pintu Ini Kearah Angka 4 Yg berada Disisi Timur, Pasti Peti Ini Akan Terbuka” Kata Agisti, “”Baiklah, Biarkan Aku Yg Putar” Kata Cheldric, Grrtt!!!, Peti Tersebut Terbuka Dan Ketika Dilihat Isinya, Cheldric Langsung Shock, Ternyata Isinya Adalah Arwah ke-24 Temannya, “Tolong, Satukan Aku Ketubuhku.” Kata Arwah Andi Yg Berada Di Dalam Peti Tersebut, “Peti Ini Berisi Arwah Teman Kalian !!!” Teriak Cheldric, Mereka Ber-7 Yg Tidak Ikut Tertarik melihat Isi Peti Tersebut, “Tolong Satukan Aku ke Tubuhku !!!” Teriak Arwah Stefanus, “Aku Juga !!!” Teriak Semua Arwah, Akhirnya Mereka Semua Menyatukan Arwah Tersebut, Dengan Tubuh Mereka Yg Digantung. “Cepat Potong Ikatan Yg Menggantung Kami !!!” Teriak mereka Kesakitan, Akhirnya Mereka Semua Memotong Tali Yg Menggantung Mereka Ber-24, “Bagaimana Kalian Bisa Terpisah Dari Tubuh Kalian ?” Tanya Bima, “Ada Asap Tebal Yg menarik Kami, Lalu Asap Tersebut berubah Menjadi Seseorang manusia tanpa Wajah Dan Mereka Mendorong Kami Dengan Kuat, Sehingga Arwah Kami Terpisah dari Tubuh Kami” Cerita Hikmah, “Sebaiknya Kalian Cepat keluar Dari Sini Sebelum Terjadi Apa-Apa.” Kata Riki, Lalu Terdengar Sebuah Suara Besar, Tunggulah Saya, Saya Akan Menjemput Kalian 75 Tahun Lagi, kalian Akan menjadi Korban Pengorbananku, Suara Tersebut Terdengar, “Jadi Asap Tersebut Berubah menjadi manusia Dan Menjadikan Kalian Sebagai Korban Pengorbanan, Dan Mereka Akan Melakukan Hal Yg Sama Pada Kami Setelah 75 Tahun lagi” Kata Ardila, “Ayo Cepat Kita keluar Sebelum Kita Dipisahkan Lagi Dari Tubuh Kita.” Kata Reynaldo, Akhirnya mereka Semua Pulang, Dan Kembali Menaiki Tangga Yg mereka lalui ketika Mereka Ingin Masuk, “Ternyata Sudah Sore.” Kata Farrah, “ Tetapi Ada Yg Aneh, Mengapa Kelas Kita Berbeda Ya ?” Tanya Bima, “Oh Ya, Coba Kalian Lihat Jam Berapa Sekarang ?” Tanya Bagus, “Jamnya Masih Mati”, Kata Stefanus, “Coba Kalian Lihat Ini Tanggal Berapa Sekarang, lewat HP Kalian” Kata Adela, “Kita Sepertinya masuk Ketempat Yg Salah, Karena Sekarang Tanggal 04-04-2086” Kata Cita Ketakutan, “Jangan-Jangan Betul, Kita Salah Masuk Tempat” kata Hanifa, “Sebaiknya Kita Balik Masuk kedalam Dan Cari Jalan Yg betul.” Kata Fathur, Sayangnya Tangga Tersebut Sudah Menjadi Lantai Lagi ketika mereka menginjak lantai Yg berhuruf Sama, Tetap Tidak Terbuka, Lalu Terdengar Suara, Dan Satu Lagi, Siapa Yg masuk Kedaerahku Tidak Akan Pernah keluar Lagi. Terdengar Suara Yg Sama Seperti Di Dalam Ruangan Dimana mereka membebaskan Teman mereka, “Dan Teman-Teman Satu hal Lagi, Bukankah Ini Tahun 2086, Berarti Sudah 75 Tahun Dari Tahun 2011, Artinya kita Akan Diperlakukan Sama.” Kata Ilma, Tiba-Tiba Mereka ber-32 menghilang, Dan....

Maaf Jika Ada Yg Tersinggung

~~ The End ~~


| Free Bussines? |

0 komentar:

Posting Komentar