31 Maret 2011

April Fool's Day / April Mop

Hari April Mop 'dirayakan di seluruh dunia pada 1 April setiap tahun. Kadang-kadangdisebut sebagai Semua Fools 'Day, April 1 bukan hari libur nasional, tapi secara luasdiakui dan dirayakan sebagai hari di mana setiap orang memainkan semua jenislelucon dan kebodohan. Hari itu ditandai oleh komisi lelucon humor atau lucu yang baik,hoax, dan lelucon praktis lain dari berbagai kecanggihan pada teman-teman, anggota keluarga, guru, tetangga, rekan kerja, dll
Secara tradisional, di beberapa negara seperti Selandia Baru, Irlandia, Afrika Inggris,Australia, dan Selatan, lelucon hanya berlangsung sampai siang, dan seseorang yangmemainkan trik setelah tengah hari disebut "April Mop".
Di tempat lain, seperti di Perancis, Italia, Korea Selatan, Jepang, Rusia, Belanda,Jerman, Brasil, Kanada, dan Amerika Serikat, lelucon terakhir sepanjang hari.Hubungan tercatat paling awal antara tanggal 1 April dan kebodohan dapat ditemukan di Chaucer Canterbury Tales (1392). Banyak penulis menunjukkan bahwa pemulihan 1 Januari sebagai Hari Tahun Baru pada abad ke-16 bertanggung jawab untukpenciptaan liburan, tetapi teori ini tidak menjelaskan referensi sebelumnya.
Read More..

17 Maret 2011

Piano N Love

Seorang Mahasiswi Yang Jago Bermain Piano Bernama Pingkan Sedang mengalami Kesedihan Yg Sangat Melukai Hatinya, Dia Mengalami Olokan Yang Cukup Menyakitkan Dari Cheldric.

Dia Sangat Sedih Saat Itu, Tetapi Hanya Satu Tempatnya Untuk Menenangkan Pikiran-nya, yaitu Ruang Piano.

Ketika Dia Masuk Keruang Piano Tersebut, Pingkan Tidak Sengaja Menjatuhkan Tipex-nya kebawah Kolong Piano-nya, Ketika Dia meamalingkan kepalanya Keatas, Pingkan meilhat Sebuah Buku Tipis Yg Warna-nya Sangat Pudar, Dengan Penuh Penasaran Dia Membuka Buku Tua tersebut, Dia melihat Sebuah Catatan Pada halaman Depannya, dan Bunyinya “Jika Kau Bermain Dengan Lambat, Ikuti Terus Not Lagu-nya Dan Biarkan Dunia Berputar Ke Arah 20 Tahun Yg Akan Datang, Dan Bila Kau memainkannya Dengan Cepat Biarkan, Ikuti Perjalan-nya Dan Kamu Akan Segera Pulang Ke Tempat Dimana Kamu Berada.” Dengan Penuh Kebingungan, Pingkan Memainkannya Dengan lambat, Dan tanpa Dia ketahui, Lagu Tersebut Adalah lagu Terlarang Yg Tidak Boleh Dimainkan, Karena Dia Akan Maju Ke-20 Tahun Yg Akan datang. Sampai Pada akhirnya, Pingkan Selesai bermain Lagu Tersebut, Ia Melihat Semua Ruangan Tersebut Berbeda Dengan Yg Dulu, Karena Pertama Dia Berasal Dari Tahun 1979 Dan Dia Bermain Dan Akhirnya Dia bermain Sampai Pada tahun 1999.

Ketika Dia Melihat Semuanya Berubah Dia berniat Untuk Merahasiakan, Jadi Dia Menyimpan Buku Tersebut Di Perpustakaan, Ketika Dia Menyimpan Buku Tersebut, Seorang laki-laki Bernama Bima Melihat Apa Yg Dilakukan Pingkan, Dengan Cepat Pingkan Memalingkan Wajahnya, Kebetulan Bima Adalah Mahsiswa baru Di Kampus Tersebut, Ketika Bima Melihat Pingkan, Bima Ingin Menjadikan Pingkan Sebagai Temannya, Dia mengajak Pingkan Berjalan Di Kampus Tersebut. Tetapi Pingkan Masih Bingung Terhadap Kampus Yg Dia Kelilingi, Karena Kampus Tahun 1979 Sangat Jauh Berbeda Pada Tahun 1999, Ketika Jam Pelajaran Tiba, Bima Mengajak Pingkan Untuk Duduk Di Bangku Paling Belakang, Tiap kali Pelajaran Berlangsung, Bima Selalu Melirik Pingkan Dengan Semata. Pada Suatu hari, Bima diajak Ke Ruang Piano Dimana Pingkan Bermain Lagu Terlarang Tersebut. Dan Ternyata Bima Adalah Seorang Pianis yg Sangat Berbakat, Jadi Akhirnya Pingkan dan Bima Berduet Dalam Bermain Piano, Tetapi Bukan Lagu Terlarang Dia Mainkan Tetapi Lagu Lain. Tetapi Kepala Kampus Sekaligus Ayah Dari Bima yaitu Stefanus Mendengar Permainan Piano Mereka, Tetapi ketika Stefanus Masuk Kedalamnya, Stefanus Hanya melihat Bima Di Ruangan Tersebut, Padahal Dari Luar Terdengar Seperti Ada 2 Orang Yg bermain Piano, Tetapi Dia Hanya Melihat Bima, Stefanus Pun Memiliki Pertanyaan Besar.

Tiba-Tiba Diberitahukan Bahwa Akan Ada Pesta Dansa Di Aula Kampus, Bima Yg Mengetahui Berita Tersebut Berniat Mengajak Pingkan Untuk Menghadiri Pesta Tersebut. Tiba Saatnya Acara Dansa Tersebut, Bima Masih menununggu Dimana Pingkan, Tetapi Belum Juga Muncul, “Maaf Bim, Aku Telat Datang” Kata Pingkan, “O Gak Apa-Apa Kok.” Kata Bima, “Sekarang Musik Salsa, Kamu Bisa Nari Salsa-kan ?” Tanya Bima, “Iya Ayo Kita Nari” Kata Pingkan, Mereka akhirnya Menari Bersama Pasangan Penari Yg Lain, Sampai Musiknya Habis. “Hai Bim.. “ Kata Charlie Sambil Tertawa, “Kenapa Kamu Tertawa ?” Tanya Bima, “Gak Apa-Apa” Kata Charlie. “Sama Siapa Kamu Datang Kesini ?” Tanya Bima, “Sama Ferrish Aja.” Kata Charlie, “ O.. Ya Udah, Aku Mau Pulang Dulu Ya. Sampai Ketemu Besok.” Kata Bima, “Ya, Bim” Kata Charlie, Lalu Bima Mengajak Pingkan Untuk Pulang Bersama, Mereka Pulang Dengan Mengunakan Sepeda Yg Dikendarai Bima,
“Ping.. Sebenarnya Aku Suka Sama Kamu.” Bilang Bima Sambil Membonceng Pingkan,
“Benarkah ? Tetapi Aku Tidak Bisa.” Kata Pingkan,
“Kenapa, Kamu Gak Suka Sifatku-kah ?” Kata Bima
“Bukan Itu, Tapi Waktu Yg membuat Kita Tidak Bisa Bersatu.” Kata Pingkan
“Baiklah, Ini Kita Sudah Sampai, Sampai Bertemu Besok” Kata Bima
“Iya.” Balas Pingkan

Keesokan Harinya, Bima Ditantang Bermain Piano Dalam Sebuah
Kompetensi Piano Battle. Bima Mengikuti Battle Tersebut. Bima Bertanding dengan Trisno, Dan Ketika Bima Sedang Battle, Ada 2 Orang Yang Memperhatikan Bima Yaitu Charlie dan Ferrish. Mereka Memperhatikan Bima Yg Sangat Jago Bermain Piano Tersebut, Dan Dibalik Itu, Ada Seseorang Yg Bernama Cita, Dia Merupakan Seorang Violinis Yg Hebat, Dan Dia Merupakan Teman Pertama Bima Ketika Masuk Kampus Tersebut. Setelah Bima Mengikuti Piano Battle, Akhirnya Bima Menang, Dan Dia Diberikan Buku Angsa, Yaitu Buku Untuk Pianis Terhebat.

Pada Suatu Hari, Bima Mendengar Bahwa Gedung Kampus Ini Akan Di Hancurkan Setelah Perpisahan. Bima Pun Ingin Memberitahu Pingkan Bahwa Ada Pengumuman Bahwa Gedung Ini Akan Dihancurkan, Tetapi Ada Sesuatu Yg mencurigakan Dari Pingkan, Akhirnya Bima bertanya Apa Yg Terjadi Pada Pingkan, lalu Pingkan Berkata “Tidak Ada Apa-Apa, Oh Ya.. Aku Ingin memberitahumu Sebuah Lagu” Kata Pingkan
Lalu Pingkan Mengajak Bima Pergi Keaula, Lalu Memainkan Lagu Terlarang Tersebut, Lagu Tersebut Dimulai Dari Sebuah Inversi... Arpegio... Block Chord “Lagu Ini Bernama SECRET” Kata Pingkan,
“Ini Lagu Apa Ping ?” Tanya Bima,
Kemudian Pingkan Berkata ”Ini merupakan Lagu Perjalanan, Aku Memainkan Lagu Ini Dengan Lambat Kalau Kesini, Dan Aku Memainkan Dengan Cepat Kalau Mau Pulang. Oh Ya Bim.. Janganlah Memainkan Lagu Ini Pada Piano Tua Yg Ada Di Ruang Piano”, Kata Pingkan, Karena Bingung Bima bertanya “Kenapa Aku, Gak Boleh Main Di Sana?”, “Karena Jika Dimainkan Di Piano Tersebut, Suaranya Menjadi jelek” Kata Pingkan.

Tetapi Selama 5 Bulan Dikampus, Pingkan Hilang Entah Kemana. Bima Yg Merindukan Pingkan Terus Menunggu Pingkan, Dan Tiap Kali Pelajaran Bima Selalu Melirik Kebelakang, Tetapi Hanya Ada Bangku Kosong Yang Terlihat. Bima Sedih Ketika Melihat Pingkan Tidak Muncul. Sampai Saatnya Acara Perpisahan, Dan Kebetulan Bima Mengambil Alih Untuk Menjadi Pianis Dalam Orkestra Sekolah. “Dimana Pingkan Ya ? Kok Lama Sekali..” Kata Bima,
“Bim, Cepat Kepanggung Sudah Mau Mulai Acara Perpisahannya.” Kata Charlie,
“Iya Bim, Cepat !!!” Kata Ferrish,
Akhirnya Bima Menuju Keatas Panggung, Ditengah Lagu Yg Dimainkannya Bima Melihat Pingkan Berada Diluar Aula, Dia Hanya Menangis Kemudian Meninggalkan Aulanya. Bima Yg Melihat Hal Tersebut Bingung Mengapa Dia Menangis, Bimapun Memiliki Dilema Yg Berat, Apakah Dia Harus Tetap Bermain Piano Di Orkestra Tersebut Atau Dia Mengejar Pingkan. Akhirnya Bima Terpaksa Mengejar Pingkan, Dia Keluar Dari Aula Dan Pergi Mengejar Pingkan, Tentu Saja Orang-Orang Yg Melihatnya Terkejut, Terutama Stefanus Yg Merupakan Kepala Kampus Sekaligus Ayah Bima Tentu Sangat Terkejut Ketika Melihat Bima Pergi Meninggalkan Bima, Stefanus Langsung Mengejar Bima, “Bima !!! Bima !!! Kembali Kesini, mengapa Kamu Pergi Meninggalkan Permainan Pianomu.” Kata Stefanus, Bima Tidak Menjawab Dan Tetap Mengejar Pingkan, Stefanus Sambil Menahan Marah Kembali Ke Aula, Dan menyuruh Orkestra Untuk Melanjutkan Permainan Musiknya Kembali, Sedangkan Bima Tetap Mengejar Pingkan, Bima Kembali Kekelas Dan Duduk Ditempat Pingkan, “Kemana Pingkan Pergi ? Kenapa Juga Dia Menangis ?” Tanya Bima Dalam Hati, Tiba-Tiba Meja Pingkan Muncul Sebuah Tulisan Dari Tip-ex Dan Tulisan Itu Bertuliskan I Love U, Bima Pun Membalas Dengan Sebuah Tip-ex Yg Lain, Kamu Dimana, Bima Menulis Dengan Tip-exnya, Tiba-Tiba Muncul Lagi Sebuah Tulisan I Love U, Bima Yg Makin Penasaran Membalas Lagi Tetapi Cairan Tip-exnya Habis, Tiba-Tiba Muncul Lagi Sebuah Tulisan Selamat Tinggal, Bimapun Meninggalkan Ruangan Kelas Dan Kebetulan Bima Melihat Charlie, Lalu Bima Bertanya Kepada Charlie, “Char.. Kamu Melihat Pacarku Yg, Pas Kita Lagi Ada Di Acara Dansa Itu Loh.. Kan Aku Nari Salsa Sama Pingkan, Kamu Lihat Gak ?” Tanya Bima,
“Pingkan ? Siapa Itu Aku Gak Kenal, Oh Ya... Kamu Masih Ingat Kenapa Aku Tertawa Pada Saat Kamu Berada Diacara Dansa, Kamu Mau Tahu Kenapa, Soalnya Kamu Itu Menari Sendiri, Dan Aku Melihat Kamu Tidak Membonceng Siapa-Siapa, Kamu Hanya Naik Sepeda Sendirian.” Kata Charlie, “Masa Kamu Gak kenal Pingkan, Tiap Hari Dia Duduk Dibangku Paling Belakang Di Kelas Kita, Dan Terkadang Aku Meliriknya Sesekali.” Kata Bima, “Hah ?? Di Bangku Belakang Tidak Ada Siapa-Siapa Disana, Kamu Sudah Gila ? Disana Tidak Orang, Dan Pingkan Aku Tidak Mengenalnya.” Kata Charlie,
“Ah Kamu Aja Mungkin Yang Gak Ngelihat Dia.” Kata Bima,
“Ah Ya Sudahlah Susah Ngomong Sama Kamu.” Kata Charlie Sambil Meninggalkan Bima. Dan Bima Teringat Akan Permainan Pianonya Yg Ditinggal Di Acara Perpisahan Tersebut, Akhirnya Bima Kembali Ke Aula, Dan Dia Bertemu Dengan Stefanus, Ayahnya Sendiri.
“Kemana Sih Kamu Itu, Otakmu Dimana Sih ? Kamu Bukannya Main Musik Di Acara Perpisahannya, Malah Pergi, Gimana Sih ?” Kata Stefanus,
“Aku Tadi Itu Mengejar Pingkan, Dia Tadi Menangis Dan pergi.” Kata Bima,
“Pingkan ? Pingkan Kamu Bilang !!! Dia Itu Merupakan Murid 20 Tahun Yg Lalu, Dan Dia Menghilang Secara Misterius, Bagaimana Kau Bisa Bertemu Dengannya ? Kata Stefanus,
“Apa !! Pingkan Itu Murid 20 Tahun Yg Lalu, Tetapi Aku Melihatnya Tadi, Dan Dia Juga Sering Menjumpaiku.” Kata Bima,
“Sini, Ayah Jelaskan. Pingkan Itu Pernah Menjadi Murid Di Kampus Ini Dia Merupakan Pianis Terhebat Waktu Itu, Dia Menjadi Siswa Kebanggan Kampus Pada Tahun 1979, Beberapa Minggu Kemudian Pingkan Menghilang Dan Tidak Diketahui Pergi Kemana.” Cerita Stefanus,
“Oh Ya Dia Pernah Mengajari Aku 1 Lagu Dan Lagu Itu Bernama SECRET, Dia...” Omongan Bima Terpotong,
“SECRET ? Kamu Bilang Secret, Itu Lagu Terlarang Dan Tidak Boleh Dimainkan, Itu Bisa Dikatakan Lagu Perjalanan, Itu Menghubungkan Kita Dari 20 Tahun Yg lalu Menuju Kesini, Dan Piano Yg Ada Diruang Piano Itu Merupakan Piano Waktu, Piano Itu Menjadi Perantara Pejalanan Waktu Tersebut, Jadi Pingkan Menghilang Karena Dia Memainkan Lagu Secret Dan Pergi Menuju Waktu Sekarang. Dan Satu Lagi Kamu Bilang Bahwa Kamu Melihat Pingkan, Berarti Hanya Kamu Yg Bisa Melihat Pingkan Dimasa Sekarang, Dan Teman-Temanmu, Guru, Dan Ayah Tidak Bisa Melihatnya Karena Yg Bisa Melihatnya Hanya Orang Yg Pertama Melihatnya Dan Mungkin Kamu Yg Melihat Pingkan, Sehingga Pingkan Hanya Bisa Dilihat Oleh Kamu Sendiri.” Cerita Stefanus.
“Jadi Pingkan Tidak Berasal Dari Sini ?” Kata Bima Terkejut,
“Oh Ya... Dia Juga Tidak Akan Pernah Bisa Kesini Lagi, Kau Ingat Bahwa Kampus Ini Akan Dihancurkan, Sehingga Piano Waktu Tersebut Akan Hancur, Ayah Sengaja Tidak Mengangkat Piano Tersebut, Karena Piano Tersebut Berbahaya. Dia Bisa Merubah Dimensi Waktu Dari 20 Tahun Yg Lalu Menuju Masa Sekarang, Jadi Lebih Baik Piano Waktu Itu Dihancurkan Saja. Dan Kampus Ini Akan Mulai Dihancurkan Pada Malam Ini.” Kata Stefanus,
“Tapi.. Ayah Aku Masih Mencintai Pingkan Dan Apakah Aku Harus Rela Meninggalkannya Hanya Karena Dimensi Waktu Aku Dan Pingkan Berbeda ? Aku Masih Mencintainya, Tolong Jangan Hancurkan Piano Itu.” Pinta Bima,
“Tidak Bisa Bim, Ayah Tidak Bisa Memindahkan Piano Tersebut, Lagipula Piano Tua Itu Jika Diangkat Juga Akan Rusak. Jadi Dibiarkan Saja. Dan Pingkan... Dia Bukan Jodohmu Dimensi Waktu Kamu Dan Dia Berbeda, Dan Jika Seandainya Dia Ada Disini Tanpa Melalui Piano Tersebut, Dia Sudah Pasti Berumur 30 Tahun-an, Dan ayah Juga Sering Lihat Bahwa Cita Juga Menyukaimu, Sebaiknya Kamu Berpacaran Saja Dengan Dia.” Kata Stefanus.
“Baik Yah.. Aku Akan Melupakan Pingkan.” Kata Bima,
“Baiklah, Ayo Cepat Kita Masuk Kembali Keaula.” Ajak Stefanus,
.
“Bagaimana Ini !!! Bima Pergi Meninggalkan Orkestranya, Memalukan Sekali.. Dan Kamu Baru Datang Setelah Orkestranya Selesai !!! Memalukan !!!” Kata Agisti, Wakil Kepala Kampus,
“Tenanglah Gis, Dia Hanya Pergi Ke WC.” Kata Stefanus Berbohong,
“Maaf, Ibu Agisti.” Kata Bima
“Baiklah.” Kata Agisti.
.
Malamnya...

“Aduh, Gimana Ini, kok Aku Selalu Dapat Dilema, Apa Yg Harus Aku Lakukan, Kalau Seandainya Aku Membiarkan Piano Itu Dihancurkan, Aku Tidak Akan Pernah Bertemu Dengan Pingkan, Tetapi Jika Aku Meninggalkan Pingkan.. Pasti Dia Akan Sedih.” Kata Bima. Tiba-Tiba, Bima Mengambil Keputusan Untuk Pergi Kekampus Untuk Memainkan Lagu Terlarang Tersebut, Dia Rela Meninggalkan Dimensi Waktunya Dan Pergi Menemui Pingkan.

Tiba Di Kampus, Kampusnya Masih Belum Dihancurkan, Tetapi Banyak Mobil Penghancur Yg Akan Menghancurkan Kampus Tersebut Sudah Standby Disana, Lalu Dia Masuk kedalam Ruang Piano, Dan Kebetulan Piano Waktu Tersebut Masih Ada Disana, Dia Langsung Duduk Didepan Piano Tersebut, Tetapi Dia Masih Dibayangi Kekhwatiran, Bagaimana Jika Disana Aku Tidak Melihat Pingkan, Dan Aku Tidak kembali. Pikir Bima, Tetapi Bima Memberanikan Diri, Akhirnya Bima Memainkan Lagu Tersebut, Tiba-Tiba Terdengar Suara Yg Sangat keras, Ternyata Kampus Sudah Mulai Dihancurkan. Bima Berpikir Bahwa Jika Dia Ingin Pergi Dia Harus Memainkannya Dengan Lambat, Tetapi Dia Berasal Dari Tahun 1999 Dan Dia Menuju 1979, Dan Artinya Bima Bukan Pergi Tetapi Pulang, Karena Bima Ingin Melakukan Perjalanan Dari Masa Depan Ke Masa Lampau, Artinya Bima Pulang Sehingga Dia Harus Memainkan Lagunya Dengan Cepat, Bukan Dengan Lambat.

Dibalik Itu, Stefanus Dan Agisti Sedang Merapikan Buku-Buku Perpustakaan, Tiba-Tiba Bima Mendapatkan Buku Bertuliskan SECRET, Itu Adalah Buku Lagu Secret, Stefanus Perlahan-lahan Membaca Ceritanya, Pada Halaman Terakhir Kertasnya Terlipat-lipat, Stefanus Penasaran Jadi Dia Membuka Lipatan-Lipatan Kertas Tersebut, Disitu Tertulis. Bima,Aku Sebenarnya Mencintaimu, Aku Ingin Memberitahu Kamu Satu Rahasia, Aku Berasal Dari Masa Lampau, Dan Aku Mungkin Menyarankanmu Untuk Datang Kemasa-ku.
Dari : Pingkan. Lalu Bima Melihat Satu Lipatan Lagi, Ketika Dia Membukanya Ada Sebuah Tulisan Yaitu, Untuk : Bima. Maka Stefanus Tahu Bahwa Pingkan menyuruh Bima Untuk Pergi Kemasa-nya, Berarti Sekarang Bima Sedang Memainkan Piano Waktu Tersebut.

Dan Dikampus Bima Sudah Menuju Bagian Lagu Arpegio Yaitu Bagian Ke-2 Lagu, Stefanus Yg Sudah Mengetahui Apa Yg Dilakukan Bima Langsung Berlari Menuju Kampus, Dia Berniat Untuk Menghentikan Permainan Piano Tersebut, Karena Bukan Hanya Akan Berpisah Waktu Dimensi Tetapi Itu Juga Membahayakan Nyawanya Didalam Kampus Tersebut, Sedangkan Kampus Tersebut Sudah Separuhnya Hancur, Bima Sudah Memainkan Bagian Block Chord Lagu, Berarti Lagu Itu Sebentar Lagi Akan Selesai, Sedangkan Ruang Piano Itu Sebentar Lagi Sudah Hampir Dihancurkan, Dan Tinggal Satu Tuts Lagu Yg Harus Ditekan Bima, Lalu Bima Berpikir Untuk Terakhir Kalinya, Apakah Dia Harus Meninggalkan Masanya Dan Tinggal Bersama Pingkan, Atau Dia Tidak Melanjutkan Lagunya Tetapi Dia Tidak Akan Bertemu Pingkan Untuk Selama-lamanya, Tiba-Tiba Brakk!!!!!!...... Ruang Piano Tersebut Hancur. Dan Kebetulan Stefanus Baru Sampai Kekampus Tersebut, Stefanus Hanya Melihat Kampusnya Sudah Hancur. “Tidak !!!! Anakku !!!!” Teriak Stefanus. Stefanus Mengira Bima Tewas Didalam Ruangan Piano, Tetapi Dugaan Stefanus Salah, Bima Selamat Hanya Saja Dia Tidak Akan Pernah Kembali Ke Tahun 1999, Dia Sekarang Sudah Berada Ditahun 1979. Ternyata Bima Menekan Tuts Terakhir Pada Lagu Terlarang Tersebut, Sayangnya Dia Tidak Akan Pernah Kembali Ketahun 1999 Karena Pianonya Sudah Hancur, jadi Percuma Walaupun Piano Tersebut Dimainkan Pada Tahun 1979, Tahunnya Tidak Akan Berubah Karena Pada Tahun 1999 Piano Itu Sudah Menjadi Piano Yg Sudah Hancur. Jadi Bima Untuk Selamanya Berada Ditahun 1979 Dan Tidak Akan pernah Kembali Ketahun 1999, Lalu Bima Berjalan Perlahan, Ternyata Kampusnya Berbeda Pada Tahun 1979 Dengan 1999, Lalu Dia Menjumpai 1 Kelas Disana Dia Melihat Pingkan Sedang Duduk Belajar. Lalu Pingkan Menoleh Kearah Bima, Pingkan Tidak Menyangka Bahwa Bima Rela Datang Ke Tahun 1979 Untuk Menemuinya, Pingkan Hanya Memberikan Senyuman Kecil Kepada Bima, Dan Akhirnya Bima Berada Di Masa Lampau Selama-lamanya Bersama Pingkan.

~~ The End ~~

<3 This The Real True Love <3
Read More..

09 Maret 2011

The Mystery Of Venbix's Disappear

Teng...Teng...Teng..., Waktu Upacara Tiba, Semua Muridpun Berkumpul Di Lapangan Untuk Melaksanakannya, “Ayo Cepat Kita Baris !!!” kata Adela, “Iya, Del, Jgn Marah-Marah Donk” Kata Jadhug.... Upacara Tanggal 7 Maret 2011 Segera Dilaksanakan “Akhirnya, Selesai Juga Upacaranya, Memang Mataharinya Ada Berapa Sih ? 3-kah Mataharinya” Kata Cheldric, “Ah... Biarin Yg Penting Kita Sudah Selesai Upacara” Balas Riki, Jam Pelajaran Bahasa Inggris Pun Tiba, “Stand Up Please... Greeting...Good Morning Ma'am” Kata Anak-Anak Serempak, “Silakan Duduk, Ibu Absen ya. Adela.. Hadir, Agisti.. Hadir, Ananda Dea.. Hadir Bu......................Yemima.. Yemima.. Yemima !!!, Dimana Yemima ?” Tanya Bu Herlin, “Saya Tidak Tahu Bu, Tapi Saya Lihat dia masuk, Tetapi Sekarang Dia Tidak Ada, Tasnya Masih Disini.” Kata Dea, “O... Baiklah Mungkin Dia Ke Toilet.” Kata Bu Herlin.”

.

Setelah Beberapa Lama...


Baiklah Anak-Anak Waktu Pelajaran Kita Sudah Habis. Tetapi Yemima Dimana ?” Kata Bu Herlin, “Biarlah, Kita Tunggu Saja Sebentar Lagi Pak Parman Datang.” Kata Adela, “Pak Parman Datang... Pak Parman Datang !!!” Teriak Fathur, “Stand Up Please... Greeting... Good Morning Sir”Kata Anak-Anak Serentak, “Ayo Anak-Anak, Kita Selesaikan Tugasnya Dari Depan Sana..Menunjuk Ke Bangku Yemima, Di Situ Ada Siapa ?” Tanya Anak-Anak, “Tidak Tahu Pak, Hilang.” Jawab Cita, “O.. Baiklah Di Sampingnya Saja” Kata Pak Parman

.

Setelah Beberapa Lama...


Baiklah Waktu Kita Sudah Habis. Anak Yg Ada Di Sebelah Di Samping Dea Kemana ?” “Saya Belum Tahu Pak, Gak Datang-Datang Dari Tadi.” Kata Dea, “Oke Kalian Sudah Boleh Istirahat.” Kata Pak Parman.

.

15 Menit Kemudian...


Ayo Anak-Anak Kita Masuk.” Ajak Bu Darmi, Stand Up Please Greeting... Good Afternoon Ma'am. “Ibu Absen Ya. Adela.. Hadir, Agisti.. Hadir, Ananda Dea.. Ananda Dea.. Ananda Dea !!!” Kata Bu Darmi, “Dea, Mungkin Masih Makan Bu.” Kata Hikmah. “Ya Udah, Kita Tunggu Aja Nanti, Kita Belajar Dulu.” Kata Bu Darmi.

.

Setelah Beberapa Lama...


Teng...Teng...Teng

Maaf, Anak-Anak Waktu Sudah Selesai, Kalian Istirahat Saja” Bilang Bu Darmi, “Adakah kamu Merasa Aneh, Yemima Dan Dea Tiba-Tiba Menghilang, Entah kemana Mereka Pergi, Tapi Ini Misterius Sekali, Seorang Anak Yg Terlihat Masuk Sekolah Tiba-Tiba Menghilang, Dan Tidak Kembali. Mudah-Mudahan Kita Bisa Memecahkan Misteri Tersebut” Kata Cita, Mohon Maaf Atas Perhatiannya, Kami Umumkan Untuk Besok Sampai Hari Sabtu Libur, Karena Ada UAN Dari kelas 9 SMP, jadi Untuk Siswa Kelas 7 dan 8, Untuk Sekolahnya Bisa Diliburkan. Terdengar Pengumuman Dari Aula, “Yes, Ini Kesempatan Kita, Kita Bisa Menyelediki Misteri Ini.” Kata Ilma.

.

Teng...Teng...Teng


Woy, Masukan !!!” Teriak Trisno, “Ada Pak Parman... Ada Pak Parman...” kata Andi, “Ok Kita Lanjutkan Tugasnya, Mulai Dari Paling Belakang Sambil Menunjuk Bangku Pandu dan Charlie, Anak Yg Duduk Disana Siapa ?” Tanya Pak Parman, “Pandu Sama Charlie Pak !!!” Teriak Anak-Anaknya Serempak, “Dimana Mereka ?.” Tanya Pak Parman Lagi, “Tidak Tahu Pak, Mungkin Masih Di Kantin.”

.

Setelah Beberapa Lama...


Waktu Kita Sudah Habis, Setelah Ini Pelajaran Siapa ?” Tanya Pak Parman, “Pkn Pak !!! Kata Adela. Tunggu Sampai Gurunya Datang Kesini ya, Baik Pak.”, “Adela Aku Sama Ridha Pingin ke WC Bentar Ya.” Bilang Evelyn, “Cepet Balik, Ya.” Kata Adela, “Bu Kus Datang... Bu Kus Datang !!!” Teriak Cheldric, “Stand Up Please... Greeting... Good Afternoon Ma'am, ”Silakan Duduk Anak-Anak, Siapa yg Duduk Disini Sambil Menunjuk Kearah Bangku Evelyn Dan Ridha ?”, “Evelyn Dan Ridha, Bu.” Teriak mereka, “Kemana Mereka Ber-2 ?” Tanya Bu Kus, “Ke WC Katanya Bu, Tunggu Aja Bu.” Kata Hikmah, Baiklah, Ayo Kita Mulai Pelajaran.

.

Setelah Beberapa Lama...


Ok, Anak-Anak Sudah Boleh Pulang. Tapi Anak Yg Duduk Di Bangku Depan Ini Belum Datang Juga.” Kata Bu Kus, “Biarin aja Bu, Ke Kunci Di WC Mungkin, Hahahaha.” Canda Cheldric. Let's Say A Prayer Together Please... Start !

.................................Hening Sementara.......................................................................... Finish, Stand Up Please... Greeting. Thank You Ma'am. Setelah Mereka Semua Salim Kepada Bu Kus, Adela, Cita, Dan Ilma Memanggil Semua Anak Venbix, “Woy !!! Semua Anak Venbix, Masuk Ke Kelas Semua !!!” Teriak Mereka, Setelah Mereka masuk... “Kalian Semua Ada Merasa Aneh Gak, Yemima, Dea, Pandu, Charlie, Evelyn Dan Ridha, Menghilang Tiba-Tiba, Padahal Mereka Sempat masuk Ke Sekolah, Apakah Itu Sesuatu Yg Janggal, Menghilang Tiba-Tiba” Kata Cita, “Betul Tuh, Cit” Kata Hanifa, “Mungkin Mereka Bolos.” Kata Riki, “Tidak Mungkin Jika Mereka Bolos, Mereka Pasti Akan Membawa Tas Mereka Jika Ingin Membolos.” Kata Cita, “Jadi, kemana Mereka pergi kalau Begitu ?” Tanya Hikmah, “Itu Masalahnya, Besokkan Hari Libur Kita Datang Kesekolah Semua Berkumpul Di Depan Kelas, Kelas pasti Terbuka, Jadi Kita Bisa Memeriksa Apa Yg Terjadi Di Kelas Kita, Ok” Kata Cita, “Setuju !!!” Teriak mereka, ... . “Kita Kompak Dulu”, Venbix...Venbix.. Go !!!.


Keesokan harinya


Kita Semua Sudah berkumpul, Tetapi Alya Dan Syarifah Belum Juga Datang” Kata Ilma, “Kita Tinggalin Aja, Palingan Mereka Nyusul” kata Jadhug, Ayo Kita Ke Kelas,


Sesampai Di Kelas...


Sekarang begini, Kita Lihat, Sesuatu Yg Aneh Terjadi 8 Teman Kita Sudah Hilang Dengan Misterius, Kita Harus Menyelidikinya, Coba Kita Lihat, Orang Yg Menghilang, Merupakan Orang Yg Duduk Di Sudut Seperti, Yemima Dan Dea Yg Duduk Di Pojok Kiri Depan, Evelyn Dan Ridha Yg Duduk Di Pojok Kanan Depan, Alya Dan Syarifah Yg Duduk Di Pojok Kiri Belakang, Dan Charlie Dan Pandu Yg Duduk Di Pojok Kanan Belakang Dan Jika Kita Tarik Garis Dari Pojok Kiri Depan Ke Pojok Kanan Belakang, Dan Pojok Kanan Depan Ke Pojok Kiri Belakang. Dan Tengah-Tengahnya Berada Tepat Di Samping Tempat Riki Dan Agisti, Pasti Ada Sesuatu Yg Berhubungan Dengan Misteri Ini, Oh Ya.. Coba Kalian Geser Tempat Duduk Yg Berada Di Tengah-Tengah Tersebut, Yaitu Tempat Duduk Riki & Jadhug Dan Agisti & Ardila.” Perintah Cita, “Hmm... masuk Akal Juga, Ayo Kita Geser Kursinya.” Kata Riki, “Sudah Cit...” Teriak Jadhug, “Setelah Itu.... Hmmm..” “Kita Siram Air Lantainya, Soalnya, Aku Pernah Dengar Cerita, Kalau Biasanya Ada sesuatu Rahasia Terbongkar Jika Kita Menyiram Objek Tersebut Dengan Air, Mungkin Ada Tanda Jika Kita Siram Lantai Tersebut.” Kata Bima, “Betul Juga Tuh, Give Me Five”, Bilang Agisti, “Ayo Kita Siram Lantainya. Setelah Disiram. “Tidak Terjadi Apa-Apa” Kata Cheldric, “Sebentar... Sebentar Ada Sesuatu Tulisan Di Lantai Tersebut.” Di Bawah Tempat Duduk Ardila Ada Huruf O, Dibawah Tempat Duduk Agisti Ada Huruf P, Dibawah Tempat Duduk Riki Ada Huruf E, Dan Di Bawah Tempat Duduk Jadhug Ada Huruf N, Dan Jika Dibaca Mirip Sebuah Kata OPEN, Apa Yg Terjadi Jika Aku Injak Lantai Ini.”Kata Bima, Bima Akhirnya Menginjak Lantai Yg Berhuruf O Grrrtt... Bunyi Lantai Tersebut, Lalu Agisti Menginjak lantai Berhuruf P, Dan Adela Farrah Menginjak Berhuruf E, Dan Stefanus Menginjak Lantai Berhuruf N, Dan Tiba-Tiba, Grrrtttt !!!! Glek...Glek...Glek...Glek......... Lantai Tersebut Makin Menurun Dan Menjadi Sebuah Tangga Bawah Tanah, “Ada Pintu Rahasia, Ternyata, Ayo Kita Masuk” Ajak Cita, Aaaaa....!!!!!, Terdengar Teriakan Yg Kuat Dari Luar Kelas”Apa Itu ?” Tanya Cita, “Ah Mungkin Ada Cewek Ngelihat Kecoa Kali, Jadi Teriak” Kata Cheldric, “Ya Udah, Tidak usah Dihiraukan, Ayo Sekarang Kita Masuk, Siapa Yg HP-nya Ada Lampunya Jalan Duluan, Biar Bisa Nerangin Jalan, Eh Ngomong-Ngomong Mana Trisno Dan Rizky, Ya ?” Kata Bima, “Ah... Kencing Palingan Mereka Biarin Aja, Kita Masuk Aja, Biar Dia Jagain Kita Di Luar.” Kata Riki, Akhirnya Mereka Semua Turun Melalui Tangga Tersebut, “Aduh, Hati-Hati Donk, Kalau Jalan.” Omel Riki, “Orang gelap Rik.” Kata Bagus. “Hei Teman-Teman Aku Melihat Ada Cahaya, Ayo Kita Kesana.” Ajak Bima, Setelah Sampai, “Oh.. Ternyata Hanya Obor, Tetapi Banyak Jadi Kita Bisa Jalan Tanpa Lampu HP Kita” Kata Cita, “Ayo Kita jalan...” Kata Bima, “Stop...Stop !!! Jangan jalan Dulu, Coba Kamu Lihat Jalannya, Tiap Satu Petak Ada Satu Huruf” Kata Agisti, “Apa Yg harus Kita Lakukan, Kalau Kita Tidak Boleh Jalan, Dan Apa Maksudnya Ini, Apa Ada Hubungannya Dengan Urutan Nama Kita ? Atau Sesuai Orang Yg menghilang ?” Kata Cita, “Mungkin Begitu, Yg Pertama Adalah Yemima, Berarti Kita Harus menginjak Huruf Y, Setelah Itu Ananda Dea, Berarti Kita Menginjak Huruf A, Dan Sampai Trisno.” kata Stefanus, “Betul Juga, Coba Kita Injak.” kata Adela, Adela Pun Menginjak, Huruf Y, Kemudian A, Lalu P, C, E, R, S, A, R, T Dan Akhirnya Mereka Sampai Di Ujung Dan Tidak Ada Lagi Lantai Yg Bergambar Huruf. “Betul, Tidak Terjadi Apa-Apa, Tetapi Apa Yg Terjadi Jika Aku Injak Lantai Berhuruf Yg Salah ?” Kata Adela, Akhirnya Adela mencoba Menginjak Huruf B, Dan Tiba-Tiba Keluarlah Banyak Anak Panah, “Adela, Awas, Ada Anak Panah Menuju Ke Arah-mu !!!” Teriak Cita, Syutt!!!! Adela Berusaha menghindar Anak Panah Tersebut, “Berhenti menginjak Huruf B Tersebut !!!” Kata Cita, Ketika Adela melepaskan Kakinya Dari Lantai Berhuruf B, Tidak Ada Anak Panah Yg keluar Lagi Dari Sana. “Ayo Semuanya Ikut Aku.” Kata Adela, Mereka Semua mengikuti Lantai Yg Di Injak Adela, Aaaaaa!!!!!!! Terdengar Sebuah Teriakan, “Teriakan Apa Itu ?” Tanya Cita, “Tolong Cit !!! Ini Aku, Hanifa, Ilma Sudah Tertarik, Ke Dalam Sebuah Asap Dan Sekarang Akk....” Omongan Hanifa Terputus, “Sebuah Asap Yg Menarik Seseorang ? Jadi Mereka Semua Menghilang Karena Tertarik Sebuah Asap ? Dari Mana Asap Itu Berada ?” Kata Cita, “Ada Apa Cit ?” Tanya Bima, “Ilma dan Ha.. Hanifa Tertarik Sebuah Asap.” Kata Cita, “Hah, Tertarik Sebuah Asap ? Mana Ada Asap Yg Bisa Menarik Seseorang. Tapi Bisa Saja, Karena Mereka Hilang Secara Tiba-Tiba.” Kata Bima, “Ayo Cepat Kita Harus Jalan Terus Untuk Membongkar Misteri Ini.” Kata Adela.

.

Setelah Beberapa Lama...


Jam Berapa Sekarang, Bim ?” Tanya Bagus, “Coba Aku Lihat, .. Jamku Kok Rusak Menitnya Gak Jalan.” Kata Bima, “Oh... Ya Udah, Stef.. Jam Berapa Sekarang ?” Kata Bagus, “Bentar.. Aduh, Jamku Rusak Lagi, Angka Menitnya Tidak Bergerak” Kata Stefanus, “Hei, Siapa nah, yg Punya Jam Tangan Kasih Tahu Jam Berapa ?” Teriak Bagus, “Jam ku Kok, Rusak ya ?, Kamu Del ?” Tanya Cita, “Aku Juga Sama.” Kata Adela, “Coba Jam HP Kalian.” Kata Bagus, “Mati Juga.” kata Bima, “Aku Juga, Bim.” Kata Stefanus, “Mengapa Semua jam Berhenti ?” Tanya Dewi, “Kalau Tidak salah, Karena Kita memasuki Daerah Magis, Sehingga Waktu Menjadi Berhenti.” Kata Farrah, “Betul, Tuh Far, jadi Jam Kita Tidak Bisa Bergerak Karena Kita Berada Di Daerah Magis, Tetapi Setelah kita Keluar Pasti Akan Bergerak Lagi-kan. Kompak Dulu Farrah.” Kata Agisti.

.

Setelah Beberapa Lama..

Apa Itu ? Sebuah Teka-Teki Lagi ? Tetapi Ada 5 Labirin, Yg Mana Harus Kita Lalui ?” Kata Bima, “Lebih Baik Kita Berpencar.” Kata Dewi, “Jangan, Aku Tidak Mau Nanti Ada Yg menghilang, Lebih Baik Kita Pakai Cara Dulu, Mungkin Ada Hubungannya Dengan Jam Kita, Coba Kalian Lihat Kemana Arah Jam Kalian” Bilang Farrah, “Kalau Aku Kearah, Labirin Ke-4” kata Bima, “Kalau Aku Juga sama.” kata Cita, “Kalau Aku kearah Labirin 4 Juga.” Kata Adela, “Sama Aku Juga Ke Arah Labirin 4.” Kata Pingkan, “kalau Begitu Kita Masuk Ke Labirin 4.” Kata Farrah, “Apakah benar Kita Harus masuk Ke Labirin 4 ?” Kata Bima, “Iya.” Kata Farrah, Akhirnya Mereka Memilih Labirin 4, Aaaaa !!!!!! Terdengar Teriakan Lagi, “Siapa Lagi Yg Menghilang ?” Kata Riki, “Coba Kita Lihat, Hikmah, Melinda, Stefanus, Bagus, Dewi, Farrah, Agisti, Ardila, Riki, Jadhug, Adela, Cita, Andi, Reynaldo, Bima, Ferrish, Cheldric, Dan Fathur, Dimana Pingkan Dan Felita.” Kata Fathur, “Jangan-Jangan teriakan Tersebut, Adalah Teriakan Pingkan Dan Felita.” Kata Jadhug, “Ah, Biarkah Saja Yg Penting Kita Bisa Selamatin Mereka, Pasti Suatu Saat Kita Bisa menemukan Mereka.” kata Farrah

.

Setelah Mereka Berjalan Beberapa Lama...

,

Ada Sebuah pintu, Apakah Kita Harus Masuk Ke Dalam ?” Kata Ardila, “Tentu.” Kata Adela, Tolong!!!!! Sebuah Permintaan Tolong Terdengar, “Siapa Itu ?” Kata Agisti, “Aku Andi, Reynaldo Sudah Terhisap Dan....” Perkataan Andi Terputus, “Pintu Ini Terbuat dari Batu Bagaimana Cara membukanya ?” Tanya Hikmah, “Sebentar, Pasti Ada Hubungannya Lagi Dengan Jam Tangan Kalian Yg berhenti. Kemana Arah Jam Tangan Kalian ?” “4” Teriak mereka, “Kau Lihat Pintu Batu Ini, Ada Putaran Di Pintunya, Mirip Sebuah Brankas, jadi Kita Putar Pemutar Brankas Pintu Ini Kearah Angka 4” Kata Farrah, “Ayo Kita Coba.” Kata Stefanus, Aaaaaa!!!! , Terdengar Sebuah Teriakan Lagi, “Siapa Lagi Yg menghilang ?” Kata Bima, “Adela Dan Cita” Kata Bima, Grrrttt...., Pintu Tersebut, Terbuka, Akhirnya mereka Semua Masuk, Ketika Mereka Ber-14 Masuk, Hikmah, Melinda, Stefanus, Bagus, Farrah, Dan Dewi Tertarik, “Tolong !!!!” Kata Mereka Ber-6, “Tidak !!!” Kata Bima, “Sekarang Kita Hanya Ber-8” Kata Agisti, “Kau Lihat I..Itu.” Kata Bima Ketakutan, Itu Adalah Tubuh Teman-Teman Kita, Tubuh mereka Semua Digantung, Dan mereka Digantung Sesuai Urutan mereka Menghilang, Yemima, Dea, Charlie, Pandu, Ridha, Evelyn, Syarifah, Alya, Trisno, Rizky, Hanifa, Ilma, Pingkan, Felita, Andi, Reynaldo, Adela, Cita, Hikmah, Melinda, Stefanus, Bagus, Farrah, Dan Dewi Mereka Ber-24 Digantung, Hwooooo!!!! Gwoo!!!, Terdengar Suara Menakutkan Dari berbagai Arah, “Suara Apa Itu” Tanya Agisti, “Sepertinya Berasal dari Satu Arah, hanya Saja Suara Tersebut bergema Sehingga Terdengar Dari Beberapa Arah, Pasti Ada Satu Tempat Dimana Suara Tersebut Berasal” Kata Fathur, “Ayo Kita Cari !!!” Kata Cheldric, “Hei, Teman-Teman, peti Apa Ini ?” Tanya Riki, “Coba Kamu Buka.” Kata Agisti, “Tidak Bisa Dibuka” Kata Riki, “Masak ?” Kata Agisti, “Sini Biar Aku Aja” Kata Cheldric, “Egh!!! Susah Juga, “Petinya Kekunci Mungkin” Kata Jadhug, “Coba Aku Lihat.” Kata Agisti, “Oh... Ini Pasti Ada Hubungannya Lagi Dengan Jam Kita, Dan Ini Persis Dengan Pintu Batu Yg Kita Lalui Tadi, Kita Harus Putar Ke Arah Angka 4, Tetapi Disini Ada 4 Angka Yg bertuliskan Angka 4, Ada Yg Disebelah Utara, Timur, Selatan, Dan Barat, Sedangkan Jam Tangan Menunjukan Ke Arah Timur, jadi Kita Putar Tombol Pintu Ini Kearah Angka 4 Yg berada Disisi Timur, Pasti Peti Ini Akan Terbuka” Kata Agisti, “”Baiklah, Biarkan Aku Yg Putar” Kata Cheldric, Grrtt!!!, Peti Tersebut Terbuka Dan Ketika Dilihat Isinya, Cheldric Langsung Shock, Ternyata Isinya Adalah Arwah ke-24 Temannya, “Tolong, Satukan Aku Ketubuhku.” Kata Arwah Andi Yg Berada Di Dalam Peti Tersebut, “Peti Ini Berisi Arwah Teman Kalian !!!” Teriak Cheldric, Mereka Ber-7 Yg Tidak Ikut Tertarik melihat Isi Peti Tersebut, “Tolong Satukan Aku ke Tubuhku !!!” Teriak Arwah Stefanus, “Aku Juga !!!” Teriak Semua Arwah, Akhirnya Mereka Semua Menyatukan Arwah Tersebut, Dengan Tubuh Mereka Yg Digantung. “Cepat Potong Ikatan Yg Menggantung Kami !!!” Teriak mereka Kesakitan, Akhirnya Mereka Semua Memotong Tali Yg Menggantung Mereka Ber-24, “Bagaimana Kalian Bisa Terpisah Dari Tubuh Kalian ?” Tanya Bima, “Ada Asap Tebal Yg menarik Kami, Lalu Asap Tersebut berubah Menjadi Seseorang manusia tanpa Wajah Dan Mereka Mendorong Kami Dengan Kuat, Sehingga Arwah Kami Terpisah dari Tubuh Kami” Cerita Hikmah, “Sebaiknya Kalian Cepat keluar Dari Sini Sebelum Terjadi Apa-Apa.” Kata Riki, Lalu Terdengar Sebuah Suara Besar, Tunggulah Saya, Saya Akan Menjemput Kalian 75 Tahun Lagi, kalian Akan menjadi Korban Pengorbananku, Suara Tersebut Terdengar, “Jadi Asap Tersebut Berubah menjadi manusia Dan Menjadikan Kalian Sebagai Korban Pengorbanan, Dan Mereka Akan Melakukan Hal Yg Sama Pada Kami Setelah 75 Tahun lagi” Kata Ardila, “Ayo Cepat Kita keluar Sebelum Kita Dipisahkan Lagi Dari Tubuh Kita.” Kata Reynaldo, Akhirnya mereka Semua Pulang, Dan Kembali Menaiki Tangga Yg mereka lalui ketika Mereka Ingin Masuk, “Ternyata Sudah Sore.” Kata Farrah, “ Tetapi Ada Yg Aneh, Mengapa Kelas Kita Berbeda Ya ?” Tanya Bima, “Oh Ya, Coba Kalian Lihat Jam Berapa Sekarang ?” Tanya Bagus, “Jamnya Masih Mati”, Kata Stefanus, “Coba Kalian Lihat Ini Tanggal Berapa Sekarang, lewat HP Kalian” Kata Adela, “Kita Sepertinya masuk Ketempat Yg Salah, Karena Sekarang Tanggal 04-04-2086” Kata Cita Ketakutan, “Jangan-Jangan Betul, Kita Salah Masuk Tempat” kata Hanifa, “Sebaiknya Kita Balik Masuk kedalam Dan Cari Jalan Yg betul.” Kata Fathur, Sayangnya Tangga Tersebut Sudah Menjadi Lantai Lagi ketika mereka menginjak lantai Yg berhuruf Sama, Tetap Tidak Terbuka, Lalu Terdengar Suara, Dan Satu Lagi, Siapa Yg masuk Kedaerahku Tidak Akan Pernah keluar Lagi. Terdengar Suara Yg Sama Seperti Di Dalam Ruangan Dimana mereka membebaskan Teman mereka, “Dan Teman-Teman Satu hal Lagi, Bukankah Ini Tahun 2086, Berarti Sudah 75 Tahun Dari Tahun 2011, Artinya kita Akan Diperlakukan Sama.” Kata Ilma, Tiba-Tiba Mereka ber-32 menghilang, Dan....

Maaf Jika Ada Yg Tersinggung

~~ The End ~~

Read More..

End Of Venbix's Final Destination

** Chapter 1 ( Death Plot ) **


Tetapi Dia Melihat Sebuah Penglihatan Aneh Dan Yg Dia Lihat Adalah Sebuah Lampu Hias Yg Besar, Tirai, Tali Rantai, Tiang Jatuh, Kebakaran, Pisau, Dan Darah. Ketika Agisti Selesai Melihat Undangan Tersebut, Ada Sesuatu Yg Membuatnya Terkejut Dan Ternyata Itu Adalah Teman-Temannya Yaitu Ardila, Pingkan, Farrah, Bagus, Stefanus, Dan Bima. “Hai, Gisti, kamu Sedang Apa ?” Sapa Bima. “Oh... Hanya Sedang Melihat Sebuah Undangan Pernikahan Yg Besar Itu” Kata Agisti, “Undangan Yg Besar Itu Ya, Itu Adalah Acara Pernikahan Temanku, Jika Kau Mau Datang Boleh Saja.” Kata Pingkan, “Yah, Kita Kasih Ajah Amplop Kosong Yg Penting Kita Bisa Enakkan” Canda Bagus, “Ya.. Ya Betul, Hahahaha.” Tambah Stefanus. “Ngomong-Ngomong Acara Pernikahan Tersebut Kapan ?” Tanya Farrah, “2 Hari Lagi” Kata Pingkan, “Oke, Besok Kita Kesana Yuk” Ajak Ardila. “Oke, Kita Janjian Di Depan Ballroom-nya”


2 Hari Kemudian...


Aduh Lama Sekali Agisti Datang, Padahal Kita Sudah Janjian” Kata Pingkan, “Iya Lama Betul, Mungkin Macet Kali di Jalan.” Balas Ardila, “Hei, Teman-Teman, Maaf Aku Terlambat Datang Karena Macet Di Jalan.” Kata Agisti, “Oh.. Ya Udah Kita Masuk Aja, Yuk” Ajak Stefanus, Ketika Mereka Sudah Duduk Di Dalam Ballroom Tersebut, Agisti Sempat Melihat Retakan Pada Pelafon Ballroom Tersebut, Dan Retakan Tersebut Bergerak Mendekat Dengan Sebuah Lampu Hias, “Apakah Ini Aman ? Kamu Tidak Lihat Bahwa Ada Retakan Besar Dia Atas Pelafon Tersebut.” Kata Agisti, “Tenang, Ini Aman Kok, Gak Mungkin Terjadi Apa-Apa.” Balas Farrah, “Ayo Cepat Kita Cari Tempat Duduk Sebelum Kehabisan, Lagi Pula Pengantinnya Juga Mau Datang” Kata Pingkan, Setelah Mereka Mendapat Tempat Duduk, Agisti Melihat Retakan Pelafon Tersebut Menjadi Melebar, Dan Terdengar Instrumental Pengiring Pernikahan Yg Menandakan Bahwa Pengantin Akan Datang, Dan Agisti Melihat Lampu Hias Yg Sangat Besar Tersebut Bergoyang-Goyang Dan Terlihat Akan Menimpa Ke-2 pengantin Tersebut, Dan Tiba-Tiba, Lampu Hias Tersebut Terjatuh Dan Menimpa Ke-2 Pengantin Tersebut, Dan Semua Orang Yg Melihat Hal Tersebut, Panik Dan Berlarian Meninggalkan Ballroom Tersebut, Tetapi Retakan Semakin Melebar Ke Arah Lampu Hias Yg Lain, Dan Perlahan-Lahan Lampu Tersebut Juga Ikut Terjatuh, Tetapi Sayang Salah Satu Lampu Hias Tersebut Menimpa Ardila, Ardila Pun Tewas Tertimpa Lampu Hias Tersebut, Mereka Ber-6 Berbondong-Bondong Keluar dari Ballroom Tersebut, Dan Karena Retakan Tersebut Semakin Melebar, Sehingga Melepas Ikatan Sebuah Tirai, Yg Sangat Besar Dan Akhirnya Tirai Tersebut jatuh Dan Menutupi Orang-Orang Yg Ada Di Bawah, Mereka Semua Yg Tertutup Tirai Tersebut Panik, Termasuk Pingkan, Sayangnya Pingkan Berada Di Tengah-Tengah Tutupan Tirai Tersebut, Pingkanpun Bingung Untuk Mencari Jalan Keluar Dari Tirai Tersebut, Pingkan Pun Juga Sering Terjatuh Jika hendak Berjalan, Perlahan-Lahan Pingkan Lemas Karena Kehabisan Nafas Di Dalam Tirai Tersebut, Akhirnya Pingkan Tewas Di Dalam Tirai Tersebut. Dan Tiba-Tiba Pelafon Yg Sudah Retak Tersebut Akhirnya Jatuh, Dan Menimpa Farrah, Bagus, Dan Stefanus, Mereka Ber-3 Akhirnya Tewas Tertimpa Pelafon Yg Besar Itu, Dan Yg Tersisa Hanya Bima Dan Agisti Dan Ada Sebuah Potongan Besar Yg menutupi Pintu Keluar Tersebut, Akhirnya Mereka Tidak Bisa Melarikan Diri Dari Ballroom Tersebut, Dan Sebuah Tiang Penyangga Pelafon Tersebut, Terjatuh Dan Membuat Putus Kabel Tersebut, Kabel Tersebut Memercikan Api Dan Membuat Satu Kebakaran Besar, Tetapi Sayang Bima Tewas Tertimpa Tiang Tersebut, Dan Tiba-Tiba Sebuah Kebakaran Besar Terjadi, Agisti Yg Masih Berada Di Dalam Ballroom Tersebut Tidak Bisa Melarikan Diri Karena Pintu Keluarnya Tertutup Potongan Pelafon, Agisti Pun Akhirnya Berniat Untuk Kabur Melewati Jendela, Tetapi Tidak Bisa Karena Agisti Susah Untuk Memecahkan Kaca Jendela Tersebut, Untunglah Ada Potongan Kecil Pelafon Yg Bisa Digunakan Untuk Memecahkan Kaca jendela, Akhirnya Dia Bisa Memecahkan Kaca Jendela Tersebut, Dan Dia Berniat Meloncat Dari Jendela Tersebut, Setelah Meloncat, Agisti Tidak Tahu Bahwa Serpihan Kaca Jendela Tersebut Berada Di Bawah Tepat Dimana Letak Dia Akan Mendarat, Dan Akhirnya Agisti Tewas Tertusuk Serpihan-Serpihan Kaca Yg Berada Di Bawahnya. Untunglah Itu Hanya Penglihatan Semata Agisti, “Aku Tidak Mau Masuk ke Dalam Ballroom Tersebut Akan Terjadi Kebakaran Besar, Pelafon Jatuh, Tiang, Tirai Lampu Hias. Pokoknya Aku Gak Mau Masuk Ke Dalam Acara Pernikahan Tersebut.” Kata Agisti Dengan Ketakutan, “Kenapa Tidak Akan Terjadi Seperti Itu, Itu Mungkin Hanay Firasat Sematamu.” Kata Farrah, “Ya Jangan Takut, Tidak Akan Terjadi Apa-Apa” Kata Stefanus, “Pokoknya Aku Gak Mau !!!”. Kata Agisti, “Tapi Acara Inikan Acara Termewah, Aku Aja Penasaran Gimana Acaranya Bakal Berlangsung” Kata Pingkan, “Yg Akan Terjadi Adalah Kecelakaan !!! Ping, Percaya Padaku, Firasatku Ini Adalah Visi, Hal Ini Juga Dia Alami Oleh Teman Kalian Adela, Ferrish, Dan Charlie !!!, Dan Sekarang Kita Akan Jadi Selanjutnya, Kita Akan Mati... Kita Akan Mati !!!” Agisti Langsung Berlari, Dan Men-Starter, Dan Meninggalkan Mereka, Tiab-Tiba HP Agisti Berbunyi, “Halo, Ini Aku Farrah, Besok Kami Akan Datang Kerumah-Mu Untuk Menenangkan-mu, Tunggu Kami Besok”, “Baiklah.” Balas Agisti, Tiba-Tiba Agisti Melihat Sebuah Spanduk Bertuliskan Sharp, The Best Lamp, Agisti Pun Berpikir Bahwa Akan Ada Sesuatu Yg Terjadi Yg Berhubungan Dengan Sebuah Lampu.

** Chapter 2 ( Ardila's Death ) **


Tok...Tok...Tok..., Bunyi Suara Pintu Rumah Agisti, “Hei, Kalian Datang Ya, Terima Kasih” Kata Agisti, “Sama-Sama, Dan Ini Aku Bawakan Kamu Buah-Buahan Untuk-Mu” Kata Farrah, “Ayo Masuk.” Ajak Agisti, “Sebenarnya, Begini Teman-Teman, Aku Mendapat Penglihatan Yg Terlihat Nyata, Dan Aku mendapat penglihatan Tersebut, Ketika Kita Ingin Masuk Ke Acara Tersebut, Dan Penglihatan Ku Melihat Bahwa Kalian akan Mati Di Dalam, Dan Setelah Ini, Ma...Maaf Yg Akan Mati Selanjutnya Adalah Kamu Ardila, Tapi Memang Ini Penglihatanku, Dalam Urutannya Kamu Yg Akan Mati Pertama Ardila” Cerita Agisti, “Benarkah, Apakah Ada Cara Untuk Menghindarinya ?”, Lalu Agisti Melihat Keatas Dan Melihat Lampu Hiasnya Yg Terbuat Dari Besi Tersebut Bergoyang Sangat Kuat Dan Terlihat Hendak Jatuh Kebawah Tepat Di Bawah Ardila, “Sepertinya Lampu Tersebut Akan...” Belum Sempat Selesai Bicara, Lampu Tersebut Jatuh Menimpa Ardila, Ardila Pun Tewas Tertimpa Lampu Hias Yg Terbuat dari Besi, “Tidak, Ardila !!!” Teriak Agisti, “Mengapa Aku Telat Untuk Memberitahunya ?” Kata Agisti, Mereka Pun Menelpon Ambulans Untuk Mengotopsi Mayat Ardila, Setelah 2 Hari Mayat Ardila Di Makamkan, “Ardila, Mengapa Kamu harus mati Sekarang ?” Kata Agisti, “Siapakah Yg Akan Jadi Selanjutnya ? Siapa Yg Akan Mati Selanjutnya ?” Tanya Pingkan, “Kamu Ping, Dalam Penglihatanku Kamu Yg Akan Mati Ping, Maaf.” Kata Agisti, “Apa Aku Akan Mati Selanjutnya ?!?! Mengapa Harus Aku ?” Tanya Pingkan, “Entahlah, Karena Sudah Terlanjur.” Balas Agisti, “Adakah Cara Untuk Mengantisipasinya ?” Tanya Pingkan Lagi, “Aku Juga Tidak Tahu.” Balas Agisti. “Besok Aku Akan Kerumah-Mu, Kita Akan Bicarakan Ini Secara Empat Mata.”, “Baiklah, Hati-Hati Di Jalan, Aku Tidak Tahu Kapan Kematian Itu Akan Terjadi.” Kata Agisti.

** Chapter 3 ( Pingkan's Death ) **


Keesokan Harinya, Agisti Menunggu Kedatangan Pingkan, “Pingkan Kok... Lama Sekali Datang Sebaiknya Aku Menelpon Pingkan, “Halo, Ping, Kamu Dimana ?”, “Aku.....” Tut...Tut...Tut, Telepon Tersebut Mati, “Kenapa Ya, Apa Yg Terjadi Dengan Pingkan, Coba Aku Telepon Lagi.” Kata Agisti, Tetap Setiap Kali Dia Mencoba Menelpon Pasti Tidak Diangkat, Lebih Baik Aku Menonton TV Saja, Mungkin Pingkan Mengalami Kemacetan Di Jalan, Ketika Dia Menonton TV, Ada Sebuah Berita Live, Permisa Terjadi Sebuah kecelakaan Di Jalan Raya, Korban mengalami Luka Kepala Yg Cukup Parah, Sehingga Menyebabkan korban Tewas, Nama Korban Yg Beinisial P.P.P Tersebut Sekarang Sedang Di Otopsi Dirumah Sakit...... “Berinisial P.P.P, Bukankah Itu Singkatan Dari Nama Lengkap Pingkan, Apakah Pingkan Mengalami Kecelakaan, Itu Sebabnya, Ketika Aku Menelponnya Dia Tidak Menjawab. Aku Akan Pergi Ke Rumah Sakit Untuk Memastikan Apakah Itu Pingkan Atau Bukan.” Kata Agisti, Akhirnya Dia Langsung Pergi Kerumah Sakit Dimana Mayat Pingkan Di Otopsi, Setelah Sampai Di Rumah Sakit, Agisti Bertanya Kepada Seorang Suster, “Maaf, Suster, Apakah Disini Ada Pasien Yg Bernama lengkap, Pingkan Pangestu Purwanto ?” Tanya Agisti Kepada Seorang Suster, Ya Dia ada Di Kamar 013 lantai 4, Terima Kasih, Sus. Akhirnya Agisti Mendapatkan Kamar Pingkan, “Sus, Apa Yg menyebabkan Korban Ini Tewas ?” Tanya Agisti, “Tulang Ubun-Ubunnya Retak, Karena Terbentur Setir Mobil Yg Dikendarainya, Dia Mengalami Banyak Pendarahan, Setelah Di Bawa Kerumah Sakit, Nyawanya Sudah Tidak Tertolong Lagi, Karena keretakan Sudah membengkak Dan Menginfeksi Otaknya.” Cerita Suster Tersebut. Agisti Teringat Akan penglihatannya Di Acara pernikahan, Bahwa Pingkan Akan Tewas Setelah Ardila. “Dan Yg Akan Menjadi Selanjutnya Adalah Farrah, Bagus, Dan Stefanus. Bagaimana Cara Untuk Mengantisipasinya ?” kata Agisti, “Sebaiknya, Aku memberitahunya mereka.” Kata Agisti. Akhirnya Dia Menelpon Farrah, “Halo, Farrah Kamu Ada Di Mana ?” Tanya Agisti, “Saya Ada Di Mall, Bersama 3 Orang Laki-Laki, Hahahaha, Aku Lagi Jalan Sama Bagus, Bima, Sama Stefanus, Kamu Mau Ikut Jalan Sama Kami Kah ?” Bilang Farrah, “Baiklah, Aku Menyusul.” Kata Agisti. Akhirnya Agisti Meninggalkan Rumah Sakit Tersebut, Dan pergi Ke Mall Dimana, Teman-Temannya Berjalan-Jalan.

** Chapter 4 ( Farrah, Bagus, n Stefanus' Death )


“Hai, Gis. Jalan Bareng Yuk.. !!, Kita Mau Kemana Dulu ?” Tanya Farrah, “Terserah Kalian.” Kata Agisti, “Oh Ya Ngomong-Ngomong Kamu Ngapain Di Rumah Sakit, Ada Yg Sakit ?” Tanya Stefanus, “Se...Sebenarnya, Pingkan Tewas Kecelakaan Di Lalu Lintas, Yg Disebabkan Karena Tulang Ubun-Ubunnya Retak, Dan membengkak Sehingga, Membuat Infeksi Pada Otaknya.” Kata Agisti, “Apa !!! Pingkan Tewas !!!” Teriak Bima, “Kasian Sekali, Sebenarnya Dia Ingin Pergi Kemana ?” Tanya Bagus, “Dia Ingin pergi Ke Rumahku, Aku Ingin Menceritakan Tentang Penglihatanku Yg Dulu, Pas Kita Di Acara Pernikahan, Kita Akan Tewas Satu Persatu, Baru Saja Aku Ingin Memberitahunya, Dia Tewas Kecelakaan, Dan Setelah Ini, Ma...maaf Yg Tewas Selanjutnya Adalah, Teman Baikku Farrah, Stefanus, Dan Bagus. Kalianlah Yg Menjadi Selanjutnya.”Kata Agisti Dengan Ketakutan, “Adakah Cara Untuk Menghindarinya ?” Tanya Farrah, “Entahlah, Sebenarnya Aku Tidak Mau Kalian Mati.” Kata Agisti, “Baiklah Kita Lebih Baik Meng-Refreshing Dulu Disini, Agar Kita Di Kejar-Kejar Oleh Kekhawatiran Ini” Bilang Bima, “Betul Juga, Ayo Kita Berbelanja Sebentar.” Kata Stefanus. Akhirnya Mereka Memutuskan Untuk Berbelanja Sebentar, Tetapi Sekilas Agisti Melihat 4 Baut Escalator Sudah Longgar Dan Hendak Lepas, Agisti Pun Berpikir Bahwa Akan Ada Terjadi Sesuatu Pada Escalator Tersebut.

.

Setelah Selesai Berbelanja...


Ayo, Kita Udah Borong Semua Barang, Sekarang Kita Makan Dulu Ya.” Ajak Bagus, “Ayo Makan Di KFC, Ajah.” Ajak Bima, “Ok.” kata Farrah, Mereka Akhirnya Berjalan, Menuju KFC, Tetapi Jika Ingin Kesana mereka Harus melewati Bawah Escalator, “Kalian Jalan Dulu” kata Agisti, “Kenapa ?” Tanya Stefanus, “Ya, gak Apa-Apa.” Kata Agisti, Tiba-Tiba ke-4 Baut Escalator Tersebut Lepas, Sehingga Escalator Tersebut Jatuh Dan Menimpa Farrah, Stefanus, Dan Bagus, “Tidak !!!” Teriak Bima, Agisti Yg Melihat Kejadian Tersebut Langsung Meneteskan Air Mata, Temannya Farrah Tewas Tertimpa, Escalator beserta Stefanus Dan Bagus, Lalu Agisti Teringat Dalam Penglihatannya, Bahwa Selanjutnya Yg Mati Adalah Bima, Agisti-pun Memberitahu Bima, “Bim, Setelah mereka Mati, Kamu Yg Akan Menjadi Selanjutnya” Kata Agisti “Besok Kita, janjian Di Rumah Makan Red Eye, Ya.” kata Agisti Lagi, Red Eye Adalah Rumah Makan Dimana Yg pernah Juga Disinggahi Oleh, Ferrish, Trisno, Andi, Fathur, Cheldric, Riki, Jadhug, Dan Charlie. Akhirnya Bima Dan Agisti Sepakat Untuk Janjian Disana.

** Last Chapter ( Bima n Agisti's Death ) **


“Lama Sekali Bima Ini, Mudah-Mudahan Dia Tidak mengalami kecelakaan Yg Sama Seperti Yg Dialami Pingkan” Kata Agisti Dalam Hati, “Maaf Aku Terlambat, Karena Ada Macet Di Jalan” kata Bima, “Jadi Gini Loh Bim, Kamu Bakal jadi Yg Selanjutnya, Dalam Firasat-ku Pada Acara Pernikahan Tersebut, Kita Semua Akan mati, Itu Sebabnya Aku Tidak mau Masuk Ke Dalam Acara Pernikahan Tersebut, Karena Akan Ada Malapetaka Di Dalam sana, Dan Kematiannya Juga Berurutan, Yg Pertama Ardila, Dia Mati Tertimpa lampu Hias Yg Sangat Besar, Pingkan Mati Kehabisan Nafas Di Dalam Sebuah Tirai Raksasa, Farrah, Stefanus, Dan Bagus Tewas Tertimpa Pelafon, Dan kamu Bim, Sebuah Tiang Batu Yg Rubuh Menimpamu, Dan Terakhir Aku Melarikan Diri, Tetapi Wajahku Tertusuk Serpihan Kaca, Itu Sebabnya Aku Tidak mau masuk Karena Hal Tersebut Akan Terjadi Pada Kita. Dan Satu Hal Lagi, Yg Aku Alami Ini, Sejak 25 Tahun Yg Lalu, Yg Pertama Adela Yg Mendapat Penglihatan Ini Dan 7 Orang Temannya Ikut Meninggal Bersamanya, Lalu 15 Tahun Yg lalu, Ferrish Mendapat Penglihatan Itu Juga, Dan Dia Mati Berserta 7 Orang Temannya Juga, Lalu Charlie Dia juga Mendapatkan Penglihatan Ini Juga, Dan 6 Orang Temannya Ikut Tewas, Dan Sekarang Giliran Kita, Itu Sebabnya Selama 25 Tahun Kelas Venbix Kita Hancur, karena Tewasnya Kita. Tetapi 2 Orang Teman Kita Beruntung, Yaitu Hikmah Dan Yemima, Mereka Tidak Dimasukan Dalam Daftar Kematian, Mudah-Mudahan Mereka Ber-2 Menjadi Orang Pertama Yg Melihat Kita Ber-2 Tewas, Dan Seandainya Kita Tewas Sekarang, Aku Siap.” Cerita Agisti Sambil Mengeluarkan Air Matanya, “Aku Juga Gis, Jika Itu Takdir, Aku Siap.”, “Aku Pulang Dulu Ya.” Kata Agisti, “Mau Aku Antarkan ?.” Tanya Bima, “Baiklah.” Kata Agisti, Bima Akhirnya Mengantarkan Agisti Pulang, Bima Men-Starter Mobilnya Dan Berangkat Mengantar Agisti, “Hei, Bim Lihat Bukankah Itu Yemima Dan Hikmah.” Kata Agisti Sambil Melihat Mereka Ber-2 Dari Jendela, “Iya, Betul Gis.” Kata Bima, “Hai Yem.. Mau Kemana Sama Hikmah ?”Tanya Agisti, “Jalan Aja.” kata Yemima, “Hei Kalian Awas Didepan Kalian, Ada Truk Besar !!!” Teriak Hikmah, Bima-Pun Langsung Membanting Setir Menghindari Truk Tersebut, Tetapi Karena Posisi Mobil Bima Terlalu Miring, mobil Bima Terjungkir Ke Samping, Bima Akhirnya Tewas, Karena Tubuhnya Terjepit, Dan Agisti Tewas Karena Dadanya Terkena Hantaman Keras, Yg menyebabkan Jantungnya Berdetak Cepat Dan Tidak Stabil, Akhirnya Mereka Ber-2 Tewas, Untunglah Itu hanya Penglihatan Semata Agisti, Lalu Agisti Melihat Ke Arah jendela Dan melihat Yemima Dan Hikmah, Setelah Itu Agisti Melihat Ke Arah Depan Dan Melihat Sebuah Truk Besar Dan.........


~~ To Be Countinued In The New Of Venbix's Final Destination ~~


Maaf Jika Ada Yg Tersinggung

Read More..

01 Maret 2011

Venbix's Final Destination III

**Chapter 1 ( Death's Plot ) **


Setelah Charlie Pergi mengunjungi Makam Ferrish, Dia Melihat Sebuah Poster Besar Yg Bergambar Lift Bernomor Lift dan Sebuah Angka 13, dan Charlie Mendapat Bayangan Bahwa Akan Ada Sesuatu Yg Berhubungan Dengan Lift, 7 Tahun Kemudian Charlie Sedang Bekerja Di Sebuah Kantor Yg Bertingkat 13, dan hari Itu merupakan Hari Pertama Charlie Bekerja, Dan Tiba-Tiba, “Hai, Char !!!” kata Rizky, Rizky Merupakan teman Semasa Kecil Charlie, Dia Sudah Lama Bekerja Dikantor Tersebut, “Hai, Juga Kau Membuat Aku Kaget.” Kata Charlie, “Tahukah Kamu Di Kantor Ini Memiliki Fasilitas Baru, yaitu Lift Kaca, Dinding Lift Dan Lantai Liftnya Terbuat Dari Kaca, Kecuali Atap Dan Pintunya, Tetapi kita Tidak Boleh membaaw Barang Berat Karena Kita dapat memecahkan Lantai Lift Tersebut, Dan minimal Jumlah Orang Yg Bisa Di Tampungnya Minimal 7 Orang.” Cerita Rizky Kepada Charlie, Dan Yg lebih Mengejutkan” Ada Rombongan Yg datang Menuju Ke Arah Charlie, Dan Ternyata Itu Adalah Temanya Semasa Sekolahnya Yaitu, Pandu, Alya, Felita, Ridha Dan Evelyn. Mereka Sudah Lama Bekerja Di Kantor Tersebut. Dan mereka Juga Akan Naik Lift Kaca Yg Baru Di Buat Tersebut, Kebetulan Mereka Juga Sudah Lama Bekerja Di Kantor Tersebut, Waktu Sudah Menunjukan Pukul 07.49 a.m, Akhirnya Mereka Ber-7 Naik Lift kaca Yg Baru Selesai Di Buat Tersebut, Mereka Mulai menaiki Lift Kaca Tersebut, Mereka Berkerja Di Lantai Paling Atas Yaitu Lantai 13, Perlahan-lahan Lift Mulai Naik Dari Satu Lantai Ke Lantai yg Lain, Tiba-Tiba Lift Kaca Tersebut Berhenti, Di Lantai 4, Ternyata Katrol Penarik Lift Tersebut Tersentak Oleh Rajutan Tali Yg Terkelupas, Sehingga Menjadi Macet, Dan Mereka Ber-7 Merasa Panik, Dan Tiba-Tiba AC Lift Tersebut mati, Dan Lift Tersebut menjadi Pengap dan Banyak Yg tidak Tahan terutama Evelyn Karena Lift Kaca Tersebut Sudah Penuh Karbon Dioksida Karena Tidak Sanggup, Evelyn Pun tewas Kehabisan Kehabisan Nafas, Karena kepanasan Mereka Semua melepaskan Keringat Mereka, Jadi Lantainya Menjadi Basah karena Keringat Mereka, Dan Kebetulan Suasana Disana Sangat Panas, dan Cahaya Matahari Menyinari Lift Kaca Tersebut, Karena Lantai Kaca Tersebut Basah Dan Terkena Sinar Matahari Perlahan-lahan Lantai Lift Kaca Tersebut Mengeluarkan Bunyi Krak Bunyi Retakan Lantai Kaca Tersebut Mulai Terlihat Retakan Di Kiri Dekat Pintu Dan Orang Yg Berdiri tepat Di Retakan Tersebut Adalah Pandu, Tiba-Tiba Lift Kaca Tersebut Berjalan Lagi Karena Rajutan tali tersebut Putus Dan Lift Tersebut Semakin Naik Dan Berhenti Kembali Karena Katrolnya Macet mereka Berhenti Tepat Pada Lantai 7 Dan Tiba-Tiba Lantai Kaca Tersebut Pecah dan Membuat Lobang Besar Dan akhirnya Pandu Yg Berdiri Tepat Di Lobang Tersebut Terjatuh Di Lantai Dasar Pandu Pun Tewas Seketika. Lalu Tiba-Tiba Lantai Kaca Tersebut Retakan Tersebut Melebar Kesebelahnya Lagi Dan Retakan Tersebut Berada Tepat Dibawah Kaki Alya, Sehingga Alya Terpaksa Mundur Kearah Belakang, Dan Lagi-Lagi Lift Kaca Tersebut Naik 1 Lantai Yaitu Lantai 8 dan Kembali Berhenti Dan Tiba-Tiba Lantai Yg retak Tersebut Pecah, Sehingga jalan untuk Kearah Pintu Lift Sudah Tidak Ada Karena Lantainya Pecah, Karena Dinding Belakang Tersebut sudah Terdorong Terus, Sehingga Dinding Kaca Tersebut Pecah Dan Orang Yg Bersandar Di dinding Tersebut Terjatuh, Dan Orang Yg Jatuh Adalah Felita, Ridha, Dan Alya.Mereka Ber-3 jatuh Langsung Ke Lantai Dasar, dan Lagi-Lagi Lift Tersebut Naik Dan Berhenti Di Lantai 13 Dan Hanya Tersisa 2 Orang Di Dalam Lift Yaitu Rizky Dan Charlie, Dan Untuk Terakhir Kalinya Lift Tersebut Berhenti Dan Karena Katrol Tersebut Sudah Sering Terjepit Sesuatu Sehingga Katrol Tersebut Sudah hampir Lepas, dan Akhirnya Katrol Tersebut Lepas, Untunglah Masih Ada Satu Tali Yg Menahan, Tetapi Katrol Tersebut Mengenai Dada Rizky Sehingga Rizky Terlempar dan Keluar Dari Lift Dan jatuh Ke Lantai dasar, Charlie Yg Melihat Kejadian Tersebut Sangat Ketakutan, Sayangnya Tali Tersebut Tidak Tahan Akan Beban Lift Tersebut, Dan Akhirnya Lift Tersebut Terjatuh Dan Charlie Yg Berada Di Dalamnya Pun Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa, Dan Akhirnya, Lift Tersebut Pecah Dan Besi Atap Dan Pintu Tersebut Menimpa Charlie, Dan Akhirnya Tewas Seketika. Untunglah Itu hanyalah Bayangan Semata Charlie, Tetapi Charlie Teringat Akan Apa Yg Diceritakan Ferrish Bahwa Bayangan Tersebut Bukan Lah Sembarang Bayangan Tetapi Bayangan Tersebut Adalah Visi. Jadi Sebelum Mereka Naik Charlie Sempat memberitahu mereka Untuk Tidak Naik Menaiki Lift Kaca Tersebut, “Lebih baik Saya Naik Tangga.” Kata Charlie, “Mengapa ? Bukankah Kamu Baru Masuk Kerja Kau Malah Memilih Naik Tangga” Bilang Rizky, “Lift Tersebut Akan Jatuh, Dan Kita Semua Akan Mati !!!” Bilang Charlie, “Baiklah, Kami Akan Megikuti Mu.” Akhirnya Mereka Memutuskan Untuk Naik Tangga. Tiba-Tiba Terdengar Suara Pecahan Kaca jatuh, “Malapetaka Tersebut Yg Akan Terjadi, Untunglah Kita Tidak Jadi Naik.” Bilang Charlie Lega. “Baiklah Sekarang Kami Akan Percaya Kepadamu, Tetapi jangan Berpikir Yg Aneh-Aneh Tentang kami” Bilang Felita, “Mungkin Itu Hanya Kebetulan” Lanjut Evelyn, “Itu Bukan Kebetulan Tetapi Itu Adalah Visi” Balas Charlie, “Tidak Mungkin Ada Orang yg Bisa Meramal Seperti Itu” Balas Evelyn, “Baiklah, tetapi Ini Memang Kenyataan, Dan Penglihatanku Kamu Akan Meninggal pertama.” Bilang Charlie, “Apa kamu Bilang !!! Kami Sudah Bail Untuk Menghampirimu Kesini Tetapi Inikah Balasan Mu !!! kamu Minta Di Pukul Ya ? Hah Dasar Gila Kamu !!!” Bentak Evelyn. “Baiklah, Lihat saja Nanti, Siapa yg Betul kamu Atau Aku ?” Balas Charlie, “Oke !!!”. Akhirnya Mereka Bekerja Di kantor Sampai Jam 5 p.m. Dan Tiba-Tiba Charlie Melihat Sebuah Poster Bertuliskan Steam, Lalu Dia Teringat Akan Urutan Kematiannnya, Dan Evelyn Akan Menjadi Yg Pertama. Dan Dengan Cepat Charlie Pergi Ke Apartemen Evelyn.

** Chapter 2 ( Evelyn's Death ) **


Charlie Yg Berniat Memberitahu Evelyn Tentang Kematiannya, Akhirnya Charlie Tiba Di Apartemen Evelyn, Ting Tong.. Ting Tong Suara Bel Pintu Berbunyi, Akhirnya, Pintu Tersebut Terbuka, Evelyn Pun keluar, Charlie Pun Berkata“Saya Cuma Ingin Bilang Bahwa Kamu ..” Brak!!! Terdengar Bantingan Pintu Tersebut, Ternyata Evelyn Masih marah Kepada Charlie, Jadi Charlie Pun Terpaksa Untuk meninggalkan Evelyn, Sebenarnya Charlie Ingin Memberitahu Evelyn, bahwa janganlah Pergi Ke Sesuatu Tempat Yg Ber-Uap, tetapi Karena Evelyn Masih marah Jadi Charlie Terpaksa Tidak Memberitahu Evelyn. Keesokan Harinya Evelyn Pergi Ke Sebuah Tempat Sauna, Dia Memesan Sebuah Ruangan Private Khusus Untuk Satu Orang, Setelah Selesai Memesan Dia Menyetel Temperaturnya Kearah 400C, Dan Pintu Ruangan Saunanya Dapat Disetel Sesuai Waktunya, Evelyn Memasang Waktunya 15 Menit, maka Ruangan Tersebut Akan Mengeluarkan Uap 400C Dan Pintu Tersebut akan Terbuka Setelah 15 Menit, Evelyn Pun Duduk Di Bangku Ruang Sauna Tersebut, Di Luar Ada Seorang Anak Kecil yg Mengacak Setelan Yg dipasang Evelyn, Anak Tersebut Menyetel Temperaturnya Menjadi Maximal Yaitu 1500C dan Anak Tersebut Menyetel Waktu Tersebut Untuk Pintu Tersebut Ke Waktu Yg Maximal Juga, Anak Tersebut Menyetel Waktunya 1 Jam, Jadi Pintu Tersebut Akan Terbuka Setelah 1 Jam Kemudian, Evelyn Yg Ada Di Dalam Ruangan Sauna Tersebut Mulai Merasa Panas, Dan Tiba-Tiba “Tolong-Tolong Panas Sekali Disini” Evelyn Meminta Tolong Dari Dalam Ruangan Sauna, Ruangan Tersebut Mengeluarkan Uap Panas Bersuhu 1500C, Evelyn Yg Berada Di Dalam Mulai Merasakan Kepanasan Yg Luar Biasa, Dan Perlahan-lahan Kulit Evelyn Terkelupas Dan Evelyn Mulai Mengalami Dehidrasi Berat, Dengan Cepat Evelyn Memukul-Mukul Pintu Sauna Tersebut, Tetapi Percuma Pintu Tersebut Akan Terbuka Setelah 1 Jam Kemudian, Karena Tidak Tahan, Evelyn Yg Sudah Tidak Tahan Akhirnya Tewas Karena Kepanasan Dan Dehidrasi. Setelah 1 Jam Pintu Tersebut, Dan Ketika Di Lihat Evelyn Sudah Tidak Bernyawa Lagi. Akhirnya Evelyn Dibawa Kerumah Sakit, Akhirnya Kematian Tersebut Di Beritakan Di Sebuah Acara Televisi, Bahwa Ada Seorang Perempuan Tewas Kepanasan. Charlie Yg Kebetulan Menonton Acara Tersebut Mengetahui Bahwa Perempuan Tersebut, Akhirnya Dia Mengetahui Bahwa Penglihatannya Bukan Sembarang Penglihatan Tetapi Merupakan Sebuah Visi. 2 Hari Kemudian Jenazah Evelyn Dimakamkan, Charlie Dan Teman-Temannya Ikut Berduka Cita Atas Kematian Evelyn, Setelah Selesai Mengunjugi Makam Evelyn, Charlie Langsung Pulang Kerumah, Dia Langusng Menghidupkan TV-nya, Ketika Dia Menghidupkan TV-nya, Pertama Kali Dia Melihat Sebuah Iklan Televisi Yg Bertuliskan Hole In The Wall, Tetapi Gambar Televisi Tersebut Kabur, dan Hanya Terfokus Pada Kata Hole, Charlie Pun Berpikir Akan Ada Sesuatu Yg Berhubungan Dengan Sebuah Lobang.

** Chapter 3 ( Pandu's Death ) **


Setelah Berpikir Panjang, Charlie Teringat Akan Urutan Dalam Bayangannya, Yaitu Pandu, Karena Pandu meninggal Setelah Evelyn, Dengan Spontan Charlie Langsung Menelpon Pandu “Halo, Pandu Saya Cuma Ingin Memberitahumu Bahwa jangan Lah Kamu Mendekati Lobang, Apapun Lobangnya Jauhilah !!!” Bilang Charlie Dengan Kekhawatirannya, “baiklah, Memang Itu Mau-mu, Memang Ada Apa ?” Bilang Pandu, “Kamu Akan Mati Jika Kau Mendekati Lobang” Balas Charlie, Tut...Tut...Tut Teleponnya Terputus, Keesokan Harinya Pandu Ingin Jalan-Jalan Ke Sebuah Mall Besar, Sebelum Berjalan-Jalan Dia Ingin Pergi Ke Toilet Dulu, Dia Ingin Mencuci Tangan Di Toilet Tersebut, Tanpa Sengaja Pandu Menjatuhkan Cincinnya Ke Dalam Lobang Wastafel, Akhirnya Dia Terpaksa Mengambil Cincin Tersebut, Dia Memasukan Tangannya Ke Dalam Lobang Wastafel Tersebut, Untunglah Dia Mendapatkan Cincinnya Tetapi Ketika Dia Menarik Tangannya Keluar, Tangannya Tersangkut Di Dalam Lobang Tersebut, Dia Sudah Berusaha Menarik Keluar Tangannya, Dan Dia Juga Di Bantu Orang Lain Untuk Menarik Tangannya, Tetapi Tidak Bisa, Akhirnya Orang-Orang Yg Berada Disana Meminta Bantuan Kepada Seorang Pekerja Untuk Menghancurkan Lobangnya Dengan Menggunakan Pemotong Besi Yg Berbentuk Lingkaran, Akhirnya Mereka Mendapatkan Sebuah Pemotong Besi, Ketika Hendak Memotong Lobang Tersebut Tetapi Pandu Takut Terkena Pemotong Besi Tersebut, Jadi Dia Menyingkirkan Tangan Orang Yg Akan Memotong Lobang Tersebut, Tidak Sengaja Pandu Memukul Tangan Orang Yg Akan Memotong Besi Tersebut Akhirnya Alat Pemotong Besi Tersebut Terlempar Ke Arah Muka Pandu Dan Menyayat Wajah Pandu, Semua OrangYg Melihat Hal Itu Dengan Cepat Mencabut Kabel Alat Pemotong Tersebut, Tetapi Terlambat Wajah Pandu Sudah Rusak Terpotong Alat Pemotong Besi Tersebut, Pandu Sudah Tidak Bernyawa Lagi, Akhirnya Mayat Pandu Di Otopsi Ke Rumah Sakit, Setelah 3 Hari Pandu Akhirnya Di Makamkan, Charlie Yg Ikut Mengunjungi Makam Pandu Juga Turut Bersedih, Sebenarnya Dia Sudah Memberitahu Pandu Jangan Mendekati Lobang, Tetapi Pandu Akhirnya Tewas Hanya Karena Cincinnya Jatuh Kedalam Wastafel, Charlie Yg Mengingat Hal Tersebut Kesal, Karena Pandu Tidak Mau Menurut Kata-Kata Charlie. Lalu Teringatlah Charlie Akan Penglihatannya Di Dalam Lift, Dan Yg Akan Meninggal Selanjutnya Adalah Felita, Ridha Dan Alya, Lalu Charlie Pergi Mengingatkan Mereka Akan Kematian Yg Akan Menjemputnya, Setelah Selesai Dari Kuburan Charlie Melihat Sebuah Poster Besar Bertuliskan Sky Bridge The Highest Bridge, Charlie Pun Mengetahui Bahwa Akan Ada Sesuatu Terjadi Yg Berhubungan Dengan Sebuah Jembatan.

** Chapter 4 ( Felita, Ridha n Alya's Death ) **


Setelah Selesai Mengunjungi Makam Pandu, Mereka Ber-5 Ingin Mengrefresh-ing Di Sebuah Mall, Mereka Ingin Agar Tidak Terbayang-bayang Akan Penglihatan Aneh Tersebut, Setelah Mereka Sampai Di Mall Tersebut, Ternyata Ada Sebuah Jembatan Yg Baru Saja Selesai Di Buat, Jadi Mereka Penasaran Untuk Menaiki Jembatan Tersebut, Akhirnya Mereka Ber-5 Sampai Pada Jembatan Tersebut, Mereka Melihat Dan Yg Tidak-Tidak Disangka-sangka Mereka Bertemu Dengan Agisti Dan Bima, Mereka Juga Sedang Berjalan-Jalan Di Mall Tersebut, Akhirnya Mereka Ber-7 Berniat Untuk Berjalan-Jalan Bersama Di Jembatan Tersebut, Tetapi Dari Pandangan Sebelah Mata, Charlie Melihat Ada Sebuah Baut Yg Lepas Dari Besi Jembatan Tersebut, Dan Charlie Merasakan Jembatan Tersebut Bergoyang, Sehingga Dengan Cepat Charlie Mengajak Mereka Pergi Dari Jembatan Tersebut, Tetapi Felita, Ridha dan Alya Masih Ingin Tetap Melihat Pemandangan lewat Jembatan Tersebut, Akhirnya Charlie, Rizky, Bima Dan Agisti Meninggalkan Mereka Di Jembatan Tersebut, Tidak Lama Brakk!!!!, Jembatan Tersebut Roboh Karena Bautnya Terlepas Dan Tidak Bisa Menopang, Dan Tidak Satupun Yg Selamat Dari Jembatan Tersebut, Termasuk Felita, Ridha Dan Alya, Akhirnya Mereka Ber-3 Tewas Terjatuh Dari Jembatan Tersebut, Charlie Dan Yg Lainnya Yg Melihat Hal Itu Langsung Bersedih Hati Melihat Temannya Tewas terjatuh. Setelah 6 Hari Mereka Dikuburkan Bersampingan Di Dekat Makam Evelyn, “Biar Mereka Beristirahat Dengan Tenang” Bilang Charlie. Setelah Mengunjungi Makam Mereka Bima Dan Agisti Berniat Pulang, Setelah Berpikir panjang Charlie Mengetahui Bahwa Selanjutnya Yg Akan Mati Adalah Teman Baiknya, Dengan Cepat Charlie Memberitahu Rizky Bahwa Kematian Akan Menjemputnya, Untunglah Rizky Percaya Akan Perkataan Charlie, “Tetapi Bagaimana Cara Untuk Mengantisipasinya ?” Kata Rizky “Entahlah, Asalkan Kamu Siap Untuk Menghadapi Kematianmu.” Balas Charlie. “Besok Datanglah Kerumahku Charlie, Jika Memang Kematianku Akan Terjadi Dirumahku Biarlah kamu Yg Pertama Tahu Akan Kematianku” Bilang Rizky Dengan Sedikit Khawatir. “Baiklah, Saya Akan Datang” Bilang Charlie, “Kamu Adalah Teman Terbaikku Sepanjang Masa' Bilang Rizky.

** Chapter 6 ( Rizky's Death ) **


Keesokan Harinya Charlie Datang Kerumah Rizky, “Akhirnya kamu Datang Juga, Tolonglah Lindungi Aku Dari Ajal Yg Akan Menjemputku.” Bilang Rizky Dengan Ketakutan, “Ta..Tapi Kita Tidak Bisa Menentang Takdir, Jika Kamu Di Takdirkan Meninggal Sekarang, Saya Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa” Balas Charlie, “Tapi Aku Belum Siap Untuk Meninggal” Balas Rizky, “Baiklah, Besok Saya Antarkan Kamu Ke Seorang Peramal Yg Menggunakan Tarot Sebagai Alat Peramalnya” Bilang Charlie, “Ok, Saya Tunggu Kamu Besok” Balas Rizky, Besoknya, Charlie Mengantar Rizky ke Seorang Peramal Tarot, Baiklah Saya Akan Tunggu Kamu Di Luar.


Setelah Beberapa Lama...


Kartu Apa Yg Kamu Dapatkan ?” Kata Charlie, “Ka..Kartu Yg S..S..Saya Dapat Adalah Se..Orang Iblis Me..Megang Garpu Becabang Ti..Tiga” jawab Rizky Gugup, “Apa Seorang Iblis Memegang Garpu Bercabang 3 !!!, Itu merupakan Kartu Tarot Yg Ditakutkan Semua Orang !!!.” Balas Charlie, “Benarkah ?” Bilang Rizky Dengan Takut, “Ya, Benar, Baiklah Aku Akan Membawa Kamu Ke Taman Kita Akan Berbicara Tentang Kekhawatiran-mu.” Akhirnya, Charlie Membawa Rizky Ke Sebuah Taman, Taman Tersebut Bernama Peace Garden, Tetapi ketika Charlie Melihat Nama Taman Tersebut Huruf A Pada kata Peace Mirip Sebuah Huruf E, Sedangkan Huruf C Pada Kata Peace Juga Terlihat Samar Sehingga Menjadi Huruf K, Dan Huruf E Pada Akhir Kata Peace Tidak Kelihatan Sehingga Jika Di Baca Menjadi Kata Peek Garden, Dan Terdengar Menjadi Sebuah Kata Pick Garden, Yg Berarti Taman Menjemput, Charlie Pun Berpikir bahwa Makna Kata Tersebut Bahwa Akan Ada Yg Dijemput Dalam Taman Tersebut, Dan Artinya Menjemput Dalam Kata Tersebut Adalah Mati, Dan Charlie Tahu Bahwa Yg Akan Dijemput Adalah Temannya Yaitu Rizky, Tetapi Charlie Tidak Menghiraukan Hal Tersebut, Akhirnya Mereka Ber-2 Duduk Di Sebuah Bangku, Lalu mereka Bercerita Begitu lama, Setelah Berbicara Cukup Lama, Akhirnya Mereka Berniat Untuk Pulang, Tiba-Tiba Charlie Melihat Sebuah Garu/Garpu Rumput, Tidak Sengaja Rizky Menginjak Garu Tersebut, Sehingga Rizky Terjatuh Dan Mukanya Terjatuh Tepat Di Ujung Garu Tersebut, Akhirnya Wajah Rizky Tertusuk Ujung Garu Tersebut, Rizky pun Tewas Seketika, Charlie Yg Melihat Hal Itu Langsung Meneteskan Air Mata Bahwa Temannya Mati Karena wajahnya Tertusuk Garu, Setelah 2 Hari Jenazah Rizky Di Makamkan, Dia Teringat Akan Janjinya Bahwa Dia Adalah Orang Pertama Yg Akan Melihat Kematian Rizky, Setelah Selesai Charlie Teringat Akan Urutan Kematiaanya Dan Selanjutnya yg Akan Mati Adalah Dirinya Sendiri. Dia Pun Juga Berniat Untuk Melakukan Hal Yg Sama Dengan Ferrish Yaitu Membongkar Rahasianya Kepada Seseorang Sebelum Dia Mati, Akhirnya Charlie Mengambil Keputusan Untuk Memberitahu Rahasianya Kepada Agisti, Karena Dia Adalah Orang Yg Bisa Dipercaya. Dan Dia Bernitat Untuk Memanggil Agisti untuk Datang Kerumahnya, Akhirnya Charlie Menelpon Agisti Untuk Datang Kerumahnya.

** Last Chapter ( Charlie's Death ) **


Keesokan Harinya, Agisti Datang Kerumah Charlie Untuk Berbagi Rahasianya kepada Agisti, Mereka Bercerita Di Ruang Tamu, Tetapi Sebuah Lampu Kaca Yg Digantung Selalu Bergoyang Dengan Kuat Dan Terlihat Akan Jatuh, Tetapi Charlie Tetap Menghiraukannya. “Sebenarnya, Aku Juga Sempat Diberikan Cerita Ini Oleh Ferrish 7 Tahun Yg lalu, Dan Sekarang Aku Membagi Cerita Ini Kepadamu. Selama ini Sebenarnya Aku Dibayangi Oleh Hal-Hal Yg Aneh, Sebuah Penglihatan Yg Membuat Seseorang Meninggal Dan Sekarang Tiba Saatnya Aku Meninggal Jadi, Aku Ingin Kamu Untuk Melanjutkan Perjalanan Kematianku Ini. Kumohon Agar Kamu Bisa Melanjutkan Perjalanan Kematian Ini” Cerita Charlie, “Baiklah, Tapi Apakah Kamu Yakin Bahwa Kamu Akan Meninggal Sekarang ?” Tanya Agisti, “ya, Saya Yakin, Lewat Penglihatanku Ini” Balas Charlie, “Sekarang Apa Yg Menyebabkan Kamu Mati ?” Tanya Agisti lagi, “Entahlah, Yg Pasti Aku Akan Mati Nanti.” Balas Charlie. “Ok, Baiklah kamu Boleh Pulang Sekarang, Tetapi Ingat janji Kamu Akan Melanjutkan Perjalanan Ini, Ok. Selamat Jalan, karena Kamu Tidak Akan Bisa Melihat Saya Lagi.” Bilang Charlie, Tiba-Tiba Lampu Gantung Tersebut Putus Dari Talinya Dan Jatuh Tepat Menimpa Charlie, Dan Charlie Yg Sudah Tersungkur Dan Tertusuk Banyak Kaca Akhirnya Meninggal Dunia, Agisti Yg melihat Kematian Charlie Tersebut, Sangat Kaget, Dan Cepat Memanggil Orang Disekitarnya, Setelah 3 Hari, Jenazah Charlie Dikuburkan Di Dekat Makam Rizky, Agisti Yg Ikut Dalam Acara Penguburan Mayat Charlie Sangat Sedih. Tetapi Dalam Hatinya Dia Berjanji Untuk Melanjutkan Perjalanan kematiannya. 8 Tahun Kemudian Agisti Melihat Sebuah Undangan Besar Yg Bertuliskan Akan Ada Acara Pernikahan Di Sebuah Hotel Terbesar Dan Termewah. Agisti Yg Melihat Poster Tersebut Ingin Menghadiri Acara Tersebut, Dia Juga Mengundang Teman-Temannya Untuk Ikut Acara Pernikahan Tersebut. Tetapi Dia Mendapat Sebuah Penglihatan Aneh Dan......

~~ To Be Countinued In End Of Venbix's Final Destination~~

Maaf Jika Ada Yg Tersinggung

Read More..