25 Februari 2011

Venbix's Final Destination II

** Chapter 1 ( Death Plot ) **

Kematian Adela Diberitakan dan ditonton Oleh Ferrish Dan Dia Mulai mengetahui Bahwa Akan Ada Yg Terjadi Kepadanya Seperti Adela. 10 Tahun Kemudian Ferrish Sedang Berlayar Bersama 7 Orang Temannya Yaitu Cheldric, Andi, Reynaldo, Jadhug, Fathur, Riki Dan Trisno Sedang Berlayar Di tengah Lautan Luas, Ditengah Perjalanan Cheldric, Andi Dan Reynaldo Memancing, Sedangkan Riki, Jadhug, Fathur, Dan Trisno, Sedang Berjemur Di Deck Atas menikmati Pemandangan Pantai, Tetapi Apa Yg Dialami Mereka Sangat Berbeda Dengan Ferrish, Ferrish Merasa Khawatir Akan Kapal Yg Dia Naiki, “Yes, Aku Dapet Ikan Besar Ini, Aku Ajah Ditarik Kuat Sama Nih Ikan” Kata Cheldric, “Benarkah ?” kata Andi, Tiba-Tiba Pancingan Cheldric Putus, Dan Menyebabkan Kailnya Putus Dan Terlempar Kearah Baling-Baling Kapal Dan Sehingga Menyebabkan Baling-Balingnya Terlepas, Kapalpun Berhenti Mendadak, Dan Mereka Yg Sedang Berjemur Merasa Tergoncang, Dan Mereka Akhirnya Berdiri Dan Tiba-Tiba Ferrish Ada Sesuatu Yg Terpental Semakin Mendekat, Dan Ternyata Itu Adalah Baling-Baling Kapal Yg Terlepas, Ferrish Pun Dengan Cepat Merunduk, Sayangnya Baling Tersebut Mengenai Badan Reynaldo, Dan seketika Tubuh Reynaldo Terbelah, “Sial !!!” Kata Andi, Ferrish Pun Memanggil Mereka Yg Sedang Memancing Di Deck Bawah “Dan Tiba-Tiba Di Hadapan Mereka Ada Sebuah Ombak Yg Siap Menghantam Mereka, Mereka Pun Panik, Ferrish Pun Berteriak Untuk Menyuruh Mereka Ke Deck Paling Bawah Untuk Menghindari Ombak Tersebut, Tetapi Trisno Terpeleset Dan Terjebur Kedalam Laut, Untunglah Dia Dapat Berenang, Tetapi Ombak Menghantam Trisno Sehingga Trisno Terpental Dan, Dan Mata Trisno Tertusuk Oleh Ujung Kapal, Mata Trisno Pun Mengeluarkan Darah Yg Sangat Banyak, Akhirnya Trisno Pun Kehabisan Darah Dan Trisno Pun Tenggelam Karena Tidak Tahan, Tetapi Ombak Semakin Mendekat Dan Menghantam Kapal Tersebut, Kapalnya-pun Akhirnya Terhempas Dan Perlahan-lahan Kapalnya Tenggelam, Mereka Pun Mulai Berlari Kearah Deck Atas, Tetapi Fathur Kurang Berhati-hati Akhirnya, Fathur Pun Terjebur Untunglah Fathur Dapat Berenang Tetapi Kapal Tersebut Terbelok Karena Ombak mendorongnya Dan kapal Tersebut Akhirnya Menabraknya, Fathur pun Terhempas Dan Setengah Mati menahan Sakitnya Ketika Dia Di tabrak Kapal, Dan Dengan Pasrah Fathur Pun Tewas Tenggelam, Ketika Mereka Ber-5 Sampai Di Deck Atas Tetapi Jauh Disana Terihat Sebuah Ombak Besar datang kembali, Tetapi Tinggi Ombaknya Sangat Tinggi Dan Akhirnya Menghantam Kapal mereka, Dan Semuanya Pun Tergoncang Tetapi Andi Tidak Tahan Dan Terjebur Di Dekat Sebuah Mesin Kapla, Tetapi Sebuah Mesin Yg Sudah Tenggelam Tersebut Korslet Dan Membuat Listriknya Tersebar Di Laut, Dan Membuat Andi Tersetrum Dan Membuat Andi Tewas. Kapal Pun Semakin Tenggelam Dan Membuat Mereka Sangat Panik, Akhirnya Mereka memutuskan Mereka Ber-4 Untuk Saling Bergandeng Tangan Untuk Membuat Mereka Bertahan, Tetapi Jadhug Tidak mau Bergandeng Dan Tiba-Tiba Ada Sebuah Ombak Besar Datang Lagi, Dan Mengahantam Kapal Mereka Lagi, Untunglah Mereka Bertahan, Tetapi Jadhug Terjatuh Dan Tidak langsung mengenai Air Tetapi Jadhug Tertusuk Di Pagar Penyangga Kapal Tersebut, Dan Jadhug Pun tewas. Dan ketika Semua Badan Kapal Tersebut Tenggelam, Mereka Bertiga Sempat Melarikan Diri, Sayangnya Riki dan Cheldric Tewas Tertarik Tekanan Yg Dibuat Oleh Kapal Yg Tenggelam, Dan Untuk Terakahir kalinya Ferrish melihat Sebuah Ombak Yg Datang Tetapi Karena Kapal Tersebut Sudah Tenggelam, Akhirnya Ferrish Pun Tewas Tenggelam. Untunglah Ketika Ferrish Menghembuskan Nafas Untuk Terakhir Kalinya Tiba-Tiba Semua Kembali Seperti Semula, Sebelum Cheldric Mendapat Ikan Besar, Ferrish Memperingati Untuk Melepas Ikan Tersebut Karena Akan Terjadi Ombak Besar dan malapetaka Yg Menewaskan Mereka, Akhirnya Cheldric Melepas Ikannya Dan Dengan Cepat, Ferrish Memutar Balik Kapal Mereka, Ke Arah Daratan, Untunglah Ombak Belum Datang Pada Saat Itu. Akhirnya Mereka Keluar dari pelabuhan Dan Tidak Jadi Berlayar, Di Kapal.

** Chapter 2 ( Reynaldo's Death )**


Setelah Mereka Tidak Jadi Berlayar, Reynaldo Langsung Pulang Ke Rumah, Ketika Dia men-Starter Mobilnya, Dia Pun Pergi Meninggalkan Pelabuhan Kapal Dimana Mereka Tidak Jadi Berlayar, Tiba-Tiba Reynaldo Melihat Indikator Mobil Reynaldo Menunjukan Bahwa Radiator Mobilnya Panas, Sehingga Reynaldo Terpaksa Untuk Memperbaiki Mesin Mobilnya, Kebetulan Reynaldo Memberhentikan Mobilnya Disebuah Tanjakan Terjal, Dan Ketika Reynaldo Menarik Rem Tangan, Ternyata Rem Mobil Tersebut Tidak Berfungsi, Untung Lah Disamping Mobil Reynaldo Terdapat Sebuah Batu Besar Yg Dapat Di Gunakan Untuk Mengganjal Mobil Tersebut. Ketika Reynaldo Membuka Kap Mobilnya, Ternyata Tiang Penyangga Tutup Kap Mobil Tersebut Terkena Oli Mobil Sehingga Tiang Penyangga mobil Tersebut Mudah Lepas, Dan Ketika Dia Melihat Bahwa Air Untuk Mengisi Radiator Tersebut Habis, Reynaldo Pun Harus Membuat Sedingin Mungkin mesin Mobilnya, Ketika Reynaldo Mematikan Mesin AC Mobilnya, tangan Kanan Reynaldo Tidak Sengaja Menyentuh Fan Belt Mobilnya, Sehingga Jari Reynaldo Terjepit Di Fan Belt Tersebut, Dan Secara Tidak Sengaja Tangan Kiri Reynaldo Memukul Tiang Penyangga Mobil Tersebut, Dan Tutup Kap Mobil Tersebut Tertutup Dan Menimpa Tubuh Reynaldo, Reynaldo Pun Meronta-Ronta Ketika Tubuhnya Terjepit Tutup Kap Mobil Tersebut dan Reynaldo Pun Membuat Bergoyang Mobilnya, Dan Tiba-Tiba Ban Mobil Reynaldo Melewati Batu Tersebut Sehingga Mobil Reynaldo Pun Mundur Dan Tidak Sengaja Mobil Reynaldo Menabrak Sebuah Tiang Listrik Dan Membuat Mobil Reynaldo Terbalik Dan Ketika Mobil Reynaldo Terbalik, Sehingga Membuat Tubuh Reynaldo Terjepit Dan Terbelah Menjadi Dua, Reynaldopun Tewas Seketika. Seorang Polisi Melihat Kejadian Tersebut kaget, Dan Polisi Tersebut Memberikan Garis Polisi Disekitar TKP Mobil Reynaldo, dan Membuat Lalu Lintas Menjadi Macet, Dan Kebetulan Ferrish melewati jalan Tersebut Dan Ketika Ferrish Melihat Kejadian Tersebut, Dia Bertanya Pada Seseorang, “Siapa Yg Tewas Pada Kecelakaan Tersebut ?” kata Ferrish Dengan Penuh Kekhawatiran, “Menurut Polisi Nama Korban Tersebut Adalah Reynaldo, Polisi Mengetahui Namanya Karena KTP Korban.” Kata Salah Seorang Saksi Mata, “Bagaimana Cara Dia Tewas ?” Bilang Ferrish Dengan Penuh Kesedihan, “Setahuku Sich, Korban Terjepit Di Dalam Kap Mobilnya, dan saat Itu Mobil Korban Mundur dan menabrak Tiang dan membuat Mobilnya Terpental Dan Terbalik, dan Tubuh Korban Pun Terbelah Menjadi Dua” Kata Saksi Mata Tersebut. Ferrish Pun Teringat Bahwa Reynaldo Akan Mati Karena Tubuhnya Terbelah, Maka Ferrish Pun Mengetahui Bahwa Apa Yg Terpikir Olehnya Bukanlah Sebuah Firasat Semata, Tetapi Akan benar-Benar Terjadi.

**Chapter 3 ( Trisno's Death ) **


Keesokan harinya, Mereka Ber-7 Mengunjungi Makam Reynaldo, Dan ketika mereka Hendak Pulang Mereka Sempat Makan Di Sebuah Restoran Yg Bernama Red Eye, Dan mereka Sempat Bertemu Dengan Teman Dulu mereka Sekolah yaitu Charlie. Mereka Akhirnya Berniat Untuk makan Dalam Satu Meja, Setelah Mereka Selesai Makan, Ferrish Menyuruh Trisno Untuk Membayar Bon Mereka Di Kasir, Ketika Trisno membayar Bon Mereka, Trisno melihat Bonnya Bertuliskan Bill Tetapi Huruf B Dari kata Bill Terlihat Seperti Huruf K Sehingga menjadi Kata Kill, Dan Kata Bill Tersebut Berdekatan Dengan Kata Red Eye, Sehingga Jika Dibaca Menjadi Sebuah Kalimat Kill Red Eye, Trisno Pun Mengetahui Bahwa Akan Ada Sesuatu Yg Terjadi Dengan Matanya, Ketika Trisno Selesai Membayar, Dia membalikan Wajahnya, Kebetulan Ada Seorang Pelanggan Yg Sedang membuka Minuman Beer, Dan Karena Terlalu Kuat Tutup Botol Beer Tersebut Terpental Dan mengenai Mata Trisno Sehingga Mata Trisno Terus Mengeluarkan Darah, Ketika Mereka Melihat Hal Tersebut, Dengan Cepat mereka Berusaha menyelamatkan Trisno, “Apakah Tewas Itu Sakit ?” Kata Trisno, “Mungkin” Balas Ferrish. Dan Karena Trisno mengeluarkan Banyak Darah Trisno Pun Tewas Kehabisan Darah. Semua Yg Melihat Kejadian Tersebut Terkejut, Terutama Bagi Seorang Pelanggan Yg Tidak Sengaja Melempar Tutup Beer Tersebut, Cheldric Yg Mengetahui hal Tersebut, Dengan Kesal, Cheldric Langsung Memukul Pelanggan Yg Tidak sengaja melempar Tutup Botol Tersebut, Untunglah Andi, Riki, Dan Jadhug melerai Mereka Berkelahi, Dan Ferrish Teringat Akan Bayangan Trisno Ketika Di Kapal, Bahwa Trisno Akan Tewas Karena Matanya Terbentur Ujung Kapal, Dan Mata Trisno Yg Terus Mengeluarkan Darah Tersebut, Kehabisan Darah Sehingga Trisno Tewas Kehabisan Darah. Akhirnya Keesokan Harinya Mayat Trisno Dikubur, Dan Mereka Semua Bersedih, Charlie Pun Turut Bersedih Atas Kematian Trisno, Dan Tiba-Tiba “Aku Akan Beritahu Yg Sebenarnya, Kau masih Ingat Ketika Kita Berlibur Di Sebuah Kapal Pesiar, Tetapi Aku melarangnya, Sebenarnya Aku Mendapat Sebuah Firasat, Tetapi Firasat Tersebut Terlihat Sangat Nyata, Dan Kita Semua Yg Ada Di Kapal Akan Tewas mengenaskan, Reynaldo Tubuhnya Terbelah, Trisno Akan Kehabisan Darah, Fathur Tertabrak, Andi tersetrum, Jadhug Tertusuk, Riki Dan Cheldric Terhisap Tekanan Kapal, Dan aku Akan Mati Terhempas Ombak.” Kata Ferrish, “Benarkah, Apa Firasat Gilamu Itu, Membuat Aku Takut ?” kata Cheldric. “Lihat Saja Nanti Chel, dan Satu Lagi, Waspadalah Kamu Fathur, Kamu yg Bakal Jadi Selanjutnya !” Sahut Ferrish, “Baiklah, Kalau Memang Pikiran anehmu Itu Nyata, Cepat Buktikan, Tebak kapan Aku Mati, Dasar Gila !” Kata Fathur Dengan Marah.

** Chapter 4 ( Fathur n Andi's Death ) **


Setelah Mereka Berdebat, Fathur langsung Pergi Meninggalkan mereka, Dan Ketika Dia Menyeberang Jalan, Sebuah Truk Container menyambar Fathur Dengan Hitungan Detik, Darah Fathur Berceceran Di sepanjang Jalan, Ferrish, Cheldric, Jadhug, Andi, Riki, Bima, Agisti, Ridha, Stefanus, dan Ardila, Yg melihat Kecelakaan Tersebut Sangat Shock, Ketika Melihat Hal Tersebut, Akhirnya, Andi, Riki, Jadhug Percaya Akan kata-kata Ferrish, Sayangnya Cheldric Tidak masih Belum Percaya, Karena Dia pikir kematian Fathur Hanyalah Kebetulan.Akhirnya Dua hari Setelah Kematian Fathur, mereka Pergi Ke Makamnya, Tetapi Cheldric Yg masih Kesal Dengan mereka Tidak Datang ke Tempat makam Fathur. “Biarlah Dia Tidur Dengan Tenang.” kata Ferrish, Tetapi Ferrish Dari Pikiran kecilnya Ferrish Berpikir, “Dalam Bayangannya Fathur Tewas Karena Tertabrak Kapal dan Tidak Bernafas Karena Dadanya Tertabrak, karena Sudah Tidak tahan Akhirnya, Fathur Tenggelam. Lalu Dengan Spontan Ferrish Berkata “ Andi Persiapkan Dirimu Untuk Kematian-Mu, Kamu Akan Tersetrum Arus Listrik Dan Tewas Karena Tersetrum.” , “Benarkah ?” Kata Andi “Baiklah, bagaimana Cara Mengantisipasinya Dari kematian Ku ?” kata Andi Ketakutan, “Saya Tidak Tahu” Balas Ferrish, lalu Setelah Selesai mengunjungi makam Fathur. Ferrish, Riki,Jadhug Dan Andi, Untuk Menenangkan Kekhawatiran Andi, Mereka Ber-4 ke Sebuah Cafe, Mereka Membeli Kopi, Ternyata Andi Membawa Laptopnya, dia pun Bermain Laptop Diatas meja Kafe, Ketika Kopi Mereka Datang, Sambil Bercakap-cakap, Andi Pun Berkata Kepada Ferrish, “Kapan Aku Mati, Cepat Beritahu Aku !” Sambil Minum Kopi Andi Berkata, “Entahlah, Jika Hal Tersebut Terjadi Sekarang Apa Respon-mu ?” Bilang Ferrish, “Aku Tidak Tahu, Jika Memang Itu Akan Terjadi, Makamkan Aku Di samping Reynaldo.” Sahut Andi, Lalu Dia Meletakan Sebuah Headset Di Telinganya yg Disambungkan Ke Laptop, Dan Diam Sambil Mendengar Lagu. Ketika Ingin Minum, Dia Tidak Sengaja Menumpahkan Kopinya Dan Kopi Tersebut jatuh Diatas Laptop, “Sial !!!” Kata Andi, Tiba-Tiba Dari Laptop Keluar Sebuah Aliran Listrik Yg keluar Dari Laptop, Dan Aliran Tersebut Teralir Ke Headset Yg Dipakai Andi Dan Mengalir Kan Setrum Dan Menyetrum Telinga Andi, dan Juga Laptop Andi Meledak Dan Membakar Andi Andi Berteriak Histeris, Ferrish, Riki, Dan Jadhug Berusaha Mematikan Api yg Membakar Andi, Tetapi Headset Yg Dipakai Andi Terus Menyetrum Andi, Untunglah Api Berhasil Dipadamkan, Andi berhasil Dipadamkan Tetapi Telinga Andi Terbakar Dan dengan Cepat Andi Dibawa Ke Rumah Sakit, Untunglah Nyawa Andi Terselamatkan, Hanya Saja Andi Mengalami Tuli Karena Telinganya Tersetrum.

** Chapter 5 ( Jadhug's Death ) **


Ketika Andi Di Keluarkan Dari Rumah Sakit, Jadhug Berniat Untuk Mengajak Merka Berjalan-jalan Untuk Menghibur Andi Yg baru Keluar dari Rumah Sakit, ketika mereka Sudah sampai Di museum, museum Tersebut Berisikan Patung-Patung Sejarah, Jadhug Mentraktir Mereka, Semua Merasa sangat Senang, Kecuali Ferrish Entah Apa Dia Melihat Sebuah Iklan Besar Bertuliskan “Sharp In Your Life” Itu Merupakan Iklan Televisi Merk Sharp, Lalu Ferrish Teringat Akan Urutan Kematiannya, Bahwa Orang Yg Akan meninggal Selanjutnya Adalah Jadhug, Ferrish Juga Teringat Akan Kematian Jadhug Dalam Firasatnya Yaitu Jadhug Akan Tewas Karena Terjatuh Dan Tertusuk Pagar Kapal. Lalu Ferrish Dengan Cepat memperingati Jadhug Akan Kematiannya, “Dhug, Hati-Hatilah, Kamu yg Akan Jadi Selanjutnya, Dan Satu Hal Lagi, Jauhilah Sesuatu Yg Tajam !” Bilang Ferrish, “Apakah Benar, Baiklah Aku Akan Berusaha Menjauhkan Sesuatu Yg Tajam” Kata Jadhug, Lalu Jadhug Yg mengetahui Bahwa Dia Akan Menjadi Orang Selanjutnya Yg Akan Mati, Jadhug Pun Berlari agar Dia Tidak Terkena Bahaya Kematian-nya Tetapi, Takdir Berkata lain, Tidak Sengaja Jadhug Terpeleset Karena Ada Air Di Lantai, Jadhug Pun Terpeleset Dan kakinya Menendang Patung Pallas Athena, Karena Tendangannya Terlalu Kuat Patung Pallas Tersebut Terjatuh Dan Tombak yg Dipegang Oleh Patung Pallas Tersebut Menusuk Dada Kiri Jadhug Hingga Tembus, Dan Ketika Mereka Andi, Riki, Dan Ferrish Datang Melihat Jadhug Yg Tertusuk Tombak Patung Pallas, Dengan Cepat mereka Ber-3 Cepat melepaskan Tombak Yg menusuk Jadhug, Dan Jadhug Pun Sempat Berkata Sesuatu “To.. Tolong Se.. Sampaikan Kematian-Ku Pe..Pada Cheldric, ya Fe..Ferrish.” Bilang Jadhug Terbata-bata sambil Menahan sakit, Akhirnya Jadhug Pun Tewas Karena Jantungnya Tertusuk Tombak. Mereka Ber-3 Pun Bersedih Atas Kematian Jadhug, Ferrish-pun Langsung Menelpon Cheldric, “Halo, Bisa Bicara Dengan Cheldric.” Kata Ferrish, “Ya, Saya Sendiri, Ini Siapa Ya ?” Balas Cheldric, “Ini Ferrish, Tenang Jangan Marah Dulu, Saya tau Ini Menyedihkan Tapi Ini Sudah Terjadi, Jadhug Tewas, Karena Dada Kirinya Tertusuk Tombak Patung Pallas, Dia Meminta Untuk Menyampaikan kematian-nya kepada-mu.” Bilang Ferrish, Dan Cheldric Yg mendengar Berita Tersebut Langsung Menjatuhkan HP-nya Dan hatinya Terasa Sangat Perih Ketika mendengar Berita Tersebut. Besoknya Mayat Jadhug Di Kubur Disamping Kuburan Fathur, Trisno, Dan Reynaldo. Dan Riki, Andi, Ferrish dan Cheldric Mengunjungi Makam Jadhug. “Aku Menyesal Telah Menyalahkan-mu, Sekarang Aku Percaya Akan Kata-Katamu.” Bilang Cheldric Kepada Ferrish.

** Chapter 6 ( Cheldric And Riki's Death) **


Setelah Mereka Pergi Dari Kuburan Jadhug, Mereka Berniat Untuk Menenangkan Ferrish Dengan Cara Mengajak Ferrish Naik Sebuah Kapal Kano Di laut, Akhirnya Mereka Memesan 2 Kapal Kano Untuk Mereka Naiki, Tiba-Tiba Ferrish Melihat Sebuah Iklan Twister Dan Ferrish Mendapat Bayangan Bahwa Akan Ada Sesuatu Yg Terjadi Yg Berhubungan Dengan Twister Atau Dengan Kata Lain Twister Artinya Pusaran. Tiba Mereka Akan Bersenang-senang Dengan Kano Tersebut, Riki Dan Cheldric Pergi Lebih Dahulu, Sedangkan Ferrish Dan Andi Akan Mengikuti Mereka, Setelah Lama mereka Mengarungi Laut Tersebut, Tiba-Tiba Mereka Ber-4 Melihat Sesuatu Bergerak Cepat Di Tengah-Tengah Laut Tersebut, Dan Ternyata Itu Adalah Pusaran Air, Merekapun Panik Karena Kano Mereka Semakin Mendekati Pusaran Air Tersebut, dan Akhirnya Kano Yg Di Pakai Cheldric dan Riki Terhisap Oleh Pusaran Air Tersebut, Dan Akhirnya Cheldric dan Riki Hilang Terhisap Oleh Pusaran Air Tersebut, Ketika Andi dan Ferrish Melihat Kejadian Tersebut, Ferrish menyuruh Andi Untuk melompat keluar Kano Dan Berenang Secepat Mungkin menjauhi Pusaran Tersebut, Tetapi Andi Tidak Mengerti Apa Yg Dikatakan Ferrish Karena Telinga Andi Tuli Sehingga Tidak Bisa Mendengar Apa Yg Di Katakan Ferrish, Jadi Ferrish Pun Terpaksa Meninggalkan Andi, Untunglah Andi Mengetahui Apa Yg Dimaksud Ferrish, Tetapi Karena Kano Andi Sudah Terhisap Oleh Pusaran Air, Nyawa Andi Tidak Bisa Terselamatkan, Setelah Kapal Kano Andi Terhisap Pusaran Air, Pusaran Air Tersebut Tiba-Tiba Menjadi Tenang dan menghilang Dan Ferrish Yg masih Di Tengah Laut Meminta Pertolongan, Akhirnya Ferrish Diselamatkan Oleh Kapal Sekoci Kecil Yg Dibawa Oleh Seseorang Yg Berasal Dari Pelabuhan Kapal Kano Tersebut, Ferrish Yg melihat Kejadian Tersebut, Depresi Karena Semua Temannya Meninggal, Akhirnya Ferrish Berniat Untuk Bermeditasi Dirumahnya Sendirian.

** Last Chapter ( Ferrish's Death ) **


Ketika Ferrish Bermeditasi Didalam kamar Suasana Memang Menegangkan dan Belum Lagi Hujan Badai Datang Menghujani Rumah Ferrish, Setelah Ferrish Bermeditasi, Dia menghidupkan TV-nya, Dan Dalam Acara TV Tersebut Dia Melihat Sebuah Iklan Kipas Angin Didalam Acara TV Tersebut, Ferrrish Berpikir Bahwa Akan Ada Sesuatu Yg Akan Terjadi Dan Berhubungan Dengan Sebuah Kipas Angin, Lalu Dia Berniat Untuk Menyampaikan Bayang-Bayangannya Kepada Seseorang, Akhirnya Ferrish Berniat Untuk membagi Cerita Mengerikan Tersebut Kepada Charlie, Akhirnya Ferrish Menelpon Charlie Untuk Datang Kerumahnya, Untunglah Charlie Mau Untuk Datang kerumah Ferrish, Setelah Charlie Datang Kerumah Ferrish, Ferrish-pun Bercerita Tentang Bayangannya Yg Selalu Mengikutinya, dan Sampai Pada akhirnya Ferrish Berkata “Maukah kamu Melanjutkan Perjalananku, Sehingga Kamu Bisa Mendapatkan Penglihatan Sepertiku “ Bilang Ferrish, “Baiklah Aku Mau” Bilang Charlie, “Tapi Ini Bukan Sekedar Permainan Yg kamu Anggap Menyenangkan” Dan Tiba-Tiba Sebuah Petir Menyambar Kaca jendela, Kaca Jendela Tersebut Pecah, Dan Ferrish Pun Keluar Melihat Kaca Jendela Yg Pecah Tersebut, Tiba-Tiba Sebuah Petir Besar Datang Dengan Suaranya Yg sangat menyakitkan Telinga Mereka, Suara Petir Tersebut Luar Biasa Kuat, Dan Ketika Ferrish Berniat Untuk Memunguti Kaca Jendelanya Yg Pecah, Dalam Hitungan Detik Sebuah Petir Besar datang Dan Menyambar Ferrish, Ferrish Yg Tersambar Petir Langsung Jatuh Tersungkur, dan Ferrish Berteriak “Tolong Lanjutkanlah Ramalan Ini !!! Charlie.” Teriak Ferrish, Akhirnya Ferrish-pun Tewas Tersambar Petir, Charlie Yg Melihat Bagaimana Tewasnya Ferrish Langsung Memanggil Semua Orang yg Berada Di Dekat Rumah Ferrish, Charlie Juga Menelpon Polisi Untuk Mengotopsi Mayat Ferrish Yg Sudah Rusak Terbakar. Akhirnya Ferrish Pun Di Makamkan Di Dekat Kuburan Teman-Temannya yg Juga Tewas Karena Bayangannya Tersebut. Charlie-Pun Berkata “Janjimu Akan Kutepati, Mudah-Mudahan ramalan-mu Akan Berpindah Kepadaku.” Bilang Charlie Di depan Nisan Ferrish. Setelah Charlie Pergi mengunjungi Makam Ferrish, Dia Melihat Sebuah Poster Besar Yg Bergambar Lift Bernomor Lift Dan Sebuah Angka 13, dan...

~~ To Be Countinued In Venbix's Final Destination III~~

Maaf Jika Ada Yg Tersinggung

Read More..

21 Februari 2011

Venbix's Final Destination I

** Chapter 1 (Death Plot ) **


Seoarang Anak Bernama Adela, memiliki Sifat Yg Aneh Belakangan Ini. Ketika Adela, Dewi, Dea, Ilma, Cita, Hanifa, Syarifah, dan Melinda

Sedang Makan Di Dalam kelas Dengan Kondisi Pintu kelas Tertutup, Di Bangku belakang, Sambil Bercerita, Adela, Ilma, Cita Sedang Makan, Syarifah, Melinda, Dewi, menemani Mereka makan Sambil Bercerita, Sedangkan Dea dan Hanifa Bermain Laptop, Kebetulan mereka Hanya Ber-8, Dan Tidak Ada Orang Lagi Selain mereka, “Aduh.. Baterainya Habis” Kata Dea. “Yach.. Sama Ajah Kayak Aku, De” Kata Hanifa. “Boleh Charge Laptop Disanakah ?” Kata Dea, “Boleh”. “Eh Aku Juga Boleh Kah ?” Kata Hanifa, “Boleh”, “:Apa Aku Dulu !!!” “Teriak Dea, Apaan Sich, Suka-Suka Aku Dong !!!”, Ketika Mereka Berkelahi, Dewi Ingin melerai Tetapi Dia Tersandung oleh Kabel Tersebut, Dan Akhirnya Dewi Tersetrum Sehingga merusak Syarafnya, Dewi Tewas Seketika. Perkelahian Pun Belum Berhenti, tetapi Dea, masih Tetap mau Memukul hanifa, tetapi Chargenya Terlepas Dan mengenai Muka Dea Tetapi Dea masih Bertahan, Tetapi Asap Yg Ada Didalam Ruangan Tersebut Sangat Banyak Sehingga mebuat Dea Kehabisan Oksigen, Sehingga Menewaskan Dea Seketika, Dengan Spontan Adela Dan yg Lain Meninggalinya, Tetapi Ilma Tidak Sengaja Melempar Makanannya Kearah kabel, kabelnya Pun Rusak Sehingga Lampu Menjadi Padam. Perlahan Kabel Mulai Terbakar, dan Membakar Kabelnya, Lampunya Pun Tersetrum Sehingga lampunya Retak Dan pecah Dan Serpihan Kacanya Masuk Tepat Kedalam Mulut Ilma Dan Menusuk Rahang Ilma, Ilma pun tewas Seketika, Lalu Hanifa Yg Melihat Dea tewas, Langsung Menangis Tetapi karena Kabel Listriknya Bergerak, dan Mengenai Hanifa, Hanifa Tewas Karena terbakar Arus Listrik, Pada Saat Itu Angin Sangat Kencang Dan Api Gampang Untuk menyebarnya. Sehingga Api Tersebut Mengenai Badan Syarifah, Syarifah Pun Tewas. Berbeda Dengan Melinda karena Api Itu Terus Merambat Pelafon Tersebut jatuh Di Atas Melinda, Melinda Tewas Seketika, Dan Api Semakin Besar, Pada saat itu juga Cita Jatuh. Dan Karena Api Terlalu Cepat Bergerak Akhirnya Api Tersebut membakar Cita Tetapi Masih Tetap Bertahan Tiba Tiba Meja meja Yg Ada Di Kelas Terbakar Sehingga Kayu-Kayunya Brerterbangan Dan Menimpa Cita , Dan Adela, Yg Sudah Terlalu letih Pun Tewas karena Terlalu Banyak, Asap yg Di Hirupnya. Ketika Adela Berkedip, Semua Kembali Seperti Semula. Dengan Spontan Adela Berteriak “Buka Pintu Jangan Lah Men-Charge Laptop-mu” Dengan Penuh Ketakutan Adela Berkata.

** Chapter 2 ( Dewi's Death ) **


Pada Saat Pulang Sekolah,Entah Apa Dia Melihat Seorang Guru melatih Muridnya Untuk LKBB, Entah Apa Dia Melihat Dewi Dan Temannya Sedang melakukan Gerak Jalan, Dari Pandangan Sebelah Mata Ia melihat Pelatih LKBB Itu Tidak mengetahui Bahwa Peluitnya Jatuh, Dan Kebetulan, Dewi Dan Teman-Temanya Juga Tidak Mengetahui Bahwa Peluit Tersebut Jatuh Dan Ketika Mereka Ja`lan Menjauhi Dimana Letak Peluit Tersebut Jatuh, Seorang Murid Yg Baru Selesai Keluar Dari Kantin, Tanpa Sengaja Dia Tersandung Oleh Peluit Tersebut, Dan Yg Mengejutkan Siswa Tersebut Membawa Sebuah HP Yg Ditaruh Di Kantung Bajunya Dan Dengan Cepat Murid Tersebut Bangkit Dan Berlari, Tanpa Sepengetahuanya Bahwa HP-Nya Masih Tertinggal Bersama Dengan Peluit Yg Dijatuhkan Oleh Guru Tersebut, Dan Adela Pun Mendengar Guru Pelatih LKBB Tersebut berkata “ Putar Kanan Henti.. Grak” Dan Akhirnya Gurunya berlanjut Berkata “ Langkah Tegak Maju G'rak” Mereka Pun Maju, Lalu Tanpa Sengaja Dewi Menginjak Peluit Dan HP Yg Ditinggalkan Oleh Seorang Murid Tersebut, Akhirnya Dewipun Jatuh Tetapi Dagu Dewi Terbentur Dengan Sebuah Batu, Akhirnya Dewi Tewas Seketika, Karena Batu Itu Memutuskan Syaraf Yg Terdapat Dalam Dagunya. Adela Yg Melihat Kejadian Itu, Sangat Terkejut Sekali, Ketika Adela Mengedipkan Matanya, Dia Melihat Guru Pelatih LKBB Tersebut Menjatuhkan Peluit Tersebut, Dengan Spontan Adela Berteriak “Bapak!! Peluit Bapak Jatuh” Dengan Perasaan Ketakutan Adela Berteriak. Tetapi Adela Lupa Terhadap Anak Yg menjatuhkan HP-nya, Dan Dengan Hal Sama, Akhirnya Dewi Terjatuh Bukan Karena Menginjak Peluit, Tetapi Karena Menginjak HP yg Terjatuh. Sangat mengerikan melihat kematian Dewi, Adela Pun Sedih Karena Sudah 2 Temannya Tewas Mengenaskan. Tiba-Tiba Cita Menghampiri Adela Dan Berbisik “ Apakah Kamu Dapat memprediksi Meninggalnya Seseorang, Del ?” Dengan Ekspresi Setengah Kesal Setengah Takut Cita Berbisik Kepada Adela, “Aku Bukan Seperti Orang Yg Kamu Pikirkan, Cita” Sambil menangis Adela Berkata. Lalu Adela Berpikir Terhadap Kematian Dewi Dikelas, Yaitu Dia Meninggal Karena menginjak Sesuatu Dan menyebabkan Syarafnya Rusak.






** Chapter 3 ( Dea's Death )**


Keesokan Harinya, Adela Datang Kesekolah Dengan Penuh Kekhawatiran, Dalam Sekilas Mata, Adela melihat Sebuah Selang Yg Dihubungkan Dari Aula Ke Kamar Mandi, Dengan Bingung Ia Melihat Beberapa Tetes Air Yg keluar Dari Selang Tersebut, “Bahaya Selang Tersebut Bocor!!!” Dan Kebetulan Hari Itu Adalah Hari Senin Jadi Mereka Adela Dan Teman-Temanya Mengikuti Upacara Tersebut. Makin Lama Tetesan Air Tersebut Makin Banyak Hingga Air Tersebut Mengalir, Tiba Saatnya Untuk Amanat Upacara, Kemudian Sang Pembina Upacara mengambil Mic-Nya Kabelnya-Pun Hampir Mengenai Selang Tersebut, Upacara Pun Tetap Berjalan, Tetapi Tetesan Air Tersebut Makin Banyak Hingga Mengalir Mengenai Kabel Mic Tersebut. Dan Akhirnya ketika Air Menyentuh Kulit Kabel, Dengan Spontan Pembina Upacara Melempar Mic Tersebut Tepat Di Wajah Dea, Dea Pun Tewas karena Wajahnya Yg Rusak Dan Merusak Bagian Kepalanya. Adela Berteriak Dan Masuk ke Dalam Kelas, Syukur Lah Upacara Belum Dimulai Dan Adela Masih Dapat Melihat Dea Yang Sedang Bermain Laptop Di Mejanya. Tetapi Adela masih melihat Selang Tersebut Bocor, Hingga Pada Saat Amanat, Adela Berbisik Kepada Dea, “ Apakah Kamu Ingin Buang Air Kecil ? “ Lalu Dea Menjawab “Tidak”. “Baiklah, Tolong Temani Aku Ke Kamar Mandi.” Akhirnya Adela Dapat Menghindari Malapetaka, Dan Pada Saat Itu Juga Mic-Nya Juga Tidak Sengaja Terlempar. Untunglah Dea Tidak Kena Lemparan Mic Tersebut. “Akhirnya Aku Bisa Mengantisipasinya,

Jadi Semua Malapetaka Tersebut Bisa Aku Atasi, Terima Kasih Tuhan.” Tapi Sayang ketika Dia Pergi Ke Kamar Mandi, Adela Tidak mengetahui Bahwa Selang Tadi Masih Bocor, Akhirnya, Ketika Dea Menginjak Air Dari Bocoran Selang Tadi Dea Terjatuh, Dan Kepalanya Masuk Ke Dalam Sebuah Kubangan, Untung Lah Dia Baik-Baik Saja, Tetapi Kaki Dea Terkilir Akibat jatuh Tersebut, Air Yg Bocor Mengalir makin Deras Sehingga Air Tersebut Mulai Masuk ke Dalam Mulut Dea Dan masuk Kedalam Hidung Dea, Perlahan Air Tersebut Masuk kedalam Mulut Dea, Dea Hampir Tidak Bisa Bernafas, dan Yg lebih Parah Lagi Air Tersebut Adalah Air Kotor, Akhirnya Karena Terlalu lama Di sana Dea Terinfeksi Dan Akhirnya Tewas. Ketika Adela melihat kematian Tersebut, Adela Teringat Akan kematian Dea Dikelas, Dea meninggal karena wajahnya terhantam charge, tetapi masih bisa bertahan, Tetapi Karena Dia Tidak Bisa Bernafas, karena itu dia tewas Seketika.

** Chapter 4 ( Ilma's Death ) **


Adela Merasa Sangat Aneh... Ketika Ilma,Hanifa, Dan Cita Sedang Makan Di Kantin.. Adela Merasakan Sesuatu Yg Aneh Terjadi, Ketika Seorang Penjual Memukul Seplastik Es, Tanpa Sengaja Serpihan Es Yg Besar Jatuh Kelantai, Karena Saat Itu Cuaca Sangat Panas, Es Tersebut Langsung meleleh Dengan Cepat, “Ah... Panasnya Cuaca hari Ini” Kata Hanifa, “memang, Ayo Kita Beli Es Ajah Yuk!!!” Balas Ilma. Lalu Akhirnya mereka Ber-3 Membeli Es Teh Manis, Tanpa Sengaja Sendok Teh Ilma Jatuh dan Secara Tidak Sengaja Ilma Menginjak Lelehan Es Tersebut Dan Yg lebih Mengerikan Sendok Tersebut Masuk kedalam Mulut Ilma Dan Menusuk Rahang Ilma, Ilma Tewas Seketika, Banyak Orang Berteriak Melihat Tragisnya Tewasnya Ilma. Untunglah Itu Semua Hanyalah Prediksi Semata lewat Pikiran Adela. Dengan Cepat Adela Berlari Melihat Mereka Ber-4 Makan, Dan Telaknya Dia Melihat Seorang Penjual memukul Es. Betapa Kagetnya Adela, Bahwa Apa yg Dia Pikirkan Bukanlah Hanya Pikiran Semata Adela!! Ternyata Kejadian Itu Benar-Benar Terjadi.. Dengan Mendadak Adela Menangis Dan Menghampiri Ilma “Janganlah Membeli Es, Karena Sendok Tersebut Akan Menusuk Rahang Mulutmu!!” Dengan Tertawa Ilma Berkata “Janganlah bercanda Adela. Kami Tahu Kamu Ketua Kelas, Del, Tetapi Kamu Itu.. Ck.Ck.Ck Lelucon Tersebut Sangat membuat Saya tertawa Geli”.

Teta..”Adela Berkata ”Jangan Bergurau Lah Adela”Sambung Ilma.

Ayolah” Mohon Adela. Dengan Santai Ilma Memalingkan Wajah Dan Membeli Es, Lalu Tanpa Sengaja Ilma Menjatuhkan Sendoknya, Dan Ilma Menginjak Lelehan Es dan terjatuh Dan Sendoknya Masuk Kedalam Mulutnya Dan Menusuk Rahang Mulutnya. Adela Sangat Shock Ketika Melihat Temannya Ilma Tewas. Lalu Adela Teringat Akan kematian Ilma Di Kelas, kaca menusuk Rahang Mulutnya Hingga Menyebabkan Ilma Tewas.


Adela Pun mengerti Apa Arti Malapetaka Yg Terjadi Di Kelas Tersebut, Ternyata Itu Urutan Siapa Yg Akan Meninggal, Adela Pun

Membuat Cerita Tentang Itu, Ini Catatannya :


Dewi Mati Ke-1 Syarifah dan Melinda Ke-5

Dea Mati Ke-2 Cita Mati Ke-6

Ilma Mati Ke-3 Aku Mati Ke-7

Hanifa Mati Ke-4

** Chapter 5 ( Hanifa's Death ) **


Ketika Waktu Pulang Sekolah, Adela Bergegas mengejar Hanifa ke Trotoar jalan yg biasa sebagai jalan pulang Hanifa, “Kamu Selanjutnya, Kamu Selanjutnya Nif” Kata Adela, “Apa maksudmu, Del?” Lanjut Hanifa “Tidakkah Kamu Tahu Kematian mereka semua. Baiklah Aku Akan memberitahumu, Kau masih Ingat Ketika Kita Makan Di Kelas, Dan Aku melarang Kalian Men-charge Laptop-Mu? Kalau Ingat Sebenarnya, Aku memiliki Firasat Yg Sangat mengerikan, Dewi Akan mati Tersandung kabel, Dea Akan Mati Karena Tidak Bisa bernafas, Ilma Akan Mati Karena Mulutnya Tertusuk Kaca Lampu, Dan Kamu Akan Mati Karena Listrik Menyabetmu!!! Setelah Itu, Syarifah Dan Melinda Akan Tewas Karena Api Membakarnya, Begitu Juga Dengan Cita, Dan Terakhir Aku, Aku Akan Mati Karena Kehabisan Oksigen.” Berceritalah Adela Pada Hanifa, “OK... Nanti Kita Lihat Apakah benar, Firasat Aneh Mu Itu Akan membunuh-ku?” Cuek Hanifa Sambil Berkata. Tiba-Tiba Sebuah Burung Hinggap Di Kabel Listrik Di Jalanan, Dan Ternyata Burung Tersebut Telah memutuskan Kabel Listrik, Dan Dengan Cepat Kabel Listrik Jatuh Dan Menghantam Hanifa Dengan Luka Sayat Yg Cukup Parah, Dan kabel Tersebut Kembali Menyabet dan memberi percikan Api Ke Tubuh Hanifa, Sampai Akhirnya Tubuh Hanifa Terbakar Dengan Parah, Adela Yg Melihat Kejadian Tersebut Sangat Shock Dan berteriak Dengan Kuat” Dan Kematian Tersebut Persis Dengan Kematiannya Di kelas.

** Chapter 6 ( Syarifah n Melinda's Death ) **


Adela Yg Mengetahui Bahwa Nyawa Syarifah dan Melinda Akan menghadapi Kematiannya, Adela Dengan Cepat Menghampiri Rumah Syarifah, Kebetulan Melinda Juga Ada Disana, Lalu Dengan Cepat Adela Berkata “Berhati-hatilah, Kalian, Karena Kalian Bakal Mati Kayak mereka Juga” Sahut Adela, “Masa Sich ??” Kata Mereka, “Ya Kalian akan Terbakar Percayalah Padaku” Kata Adela Dengan Penuh Kekhawatiran, “Baiklah, Aku Percaya” Kata Melinda Lalu Sambung Syarifah “Aku Juga,Oh Ya Kamu Mau Kubuat Teh Kah, Del ?” “Mau Lah.” Bilang Adela “Tunggu Sebentar Ya” Bilang Syarifah Sambil Pergi Ke arah Dapur

Dzarr!!!!,Terdengar Ledakan Dari Dapur, Ternyata Kompor Syarifah meledak dan membuat Sebuah Kebakaran Besar Dan Dengan Cepat Api Membakar habis Syarifah, Dan Gelas Yg Dipakai Untuk Teh Pecah Mental ke Arah mereka Dan Ternyata Pecahan Tersebut Mengenai Tulang kering Melinda Sehingga Melinda Terjatuh Dan Tidak Bisa Berjalan, dan Melinda Berteriak “Lari Adela !!! Biarkan Aku Terbakar, Yg Penting Aku Tetap Bersama Syarifah” Sahut Melinda, Adela Tidak Tega Melihat Melinda Di Tengah Kebakaran, Tiba-Tiba Pelafon Dan Atap Rumah menimpa Melinda, Benar-Benar Mengerikan, Dengan Cepat Adela memanggil Orang-Orang Yg Ada Disana. Lalu Adela Teringat Akan Bayangannya Kematian Mereka Di Dalam Kelas, Syarifah Tewas Karena Tersambar Api, Sedangkan Melinda Tewas Karena Tertimpa Pelafon. Adela Sangat Ketakutan Karena Banyak Teman-Temannya Yg meninggal Dengan Tragis.

** Chapter 7 ( Cita's Death ) **


Keesokan Harinya, Cita Ingin Naik Angkot Dari Terminal Sampai Gunung Sari, Akhirnya Dia Cita Mendapat Sebuah Angkot Yg Akan Menuju Kesana, Ketika Dalam Perjalanan, Ada Seorang Yg Menyetir Mobil Sambil Merokok Di Depan Angkot Tersebut, Ketika Sudah Selesai Merokok, Dengan Sembarangan Perokok Tersebut Melempar Rokoknya, Dan Masuk Kedalam Angkot Yg Ditumpangi Cita, Dan Rokoknya Jatuh Di Dekat Speaker, Kebetulan Supir Angkot Tersebut Menghidupkan Tape-nya Dengan Suara Yg Kencang, Asap Rokok Itu Pun Perlahan-lahan Masuk Ke Dalam Speaker, Dan Mulai Membakar Isi Dalam Speaker, Dan Tiba Tiba Angkot Tersebut Terlempar Ke Arah Belakang Dan Menyebabkan Speaker-nya meledak, Dan Semua Orang Yg Ada Di Dalam angkot Tersebut Terbakar Habis. Tetapi Cita Masih Tetap Bertahan, Tetapi Api Semakin Besar Dan Membuat Banyak Kebakaran Dan Banyak Orang Yg Membantu Untuk Menyelamatkan Cita, Tiba-Tiba Speaker Tersebut Meledak Dan Menimpa Tubuh Cita, Cita Pun Tewas Seketika. Kecelakaan Tersebut Ternyata Masuk Sebuah Berita Televisi Dan Menewaskan Seorang Anak Perempuan Yg berinisial C, Berita Tersebut Tertonton Oleh Adela, Adela Pun Mengetahui Bahwa Anak Tersebut Adalah Sahabatnya Cita, Adela Pun Bergegas Menuju TKP Dimana Cita Tewas. Dan Adela pun Teringat Akan Firasat-nya Tentang Kebakaran Di Kelas Dan Dia Juga Teringat Akan Kematian Cita Pada Firasatnya, Bahwa Cita Akan mati Karena Terbakar Dan Tertimpa Meja. Adela Pun Aknirnya Pergi Ke TKP Dimana Cita Tewas.

**Last Chapter ( Adela's Death ) **



Adela Pun Bergegas Ke TKP Dimana Cita Tewas, Adela Langsung Pergi Menggunakan Angkot, Dan Ternyata Angkot Tersebut Penuh Kecuali Bangku Paling Depan, Jadi Adela Terpaksa Duduk Di Depan, Ternyata Engsel Pada Pintu Angkot Tersebut Rusak Sehingga, Pintunya Mudah Dibuka. Dalam Perjalanan, Adela Melihat Sebuah Poster Bertuliskan “ Ayo Cepat Hadirilah { Your Dear Is Near }” Tetapi, Huruf R Pada Akhir Kata Dear Pudar Menjadi Huruf D Sehingga Kata Tersebut menjadi Your Dead Is Near, Maka Adela Memiliki Firasat buruk Yg Akan Mengejarnya, Ketika Adela Sudah Sampai Di TKP Dimana Cita Tewas, Dan ternyata TKP Yg Dimana Cita Tewas Tersebut Dekat Sebuah Bendungan Kosong, Tanpa Sengaja Adela Melihat No Plat Angkot Dinaiki Cita Lewat Sebuah Kaca Spion Dan Ternyata No Plat Angkot Yg Di Naiki Cita Adalah [ KT 43 D ] Tetapi Karena Dibaca lewat Sebuah Spion Maka No Platnya menjadi Terbalik Dan No Plat nya Adalah [ D 34 KT ] Dan Jika Dibaca Akan Terdengar Mirip Kata DEATH, Adela Pun Mengetahui Bahwa Sebentar Lagi Dia Akan menjadi Orang yg Akan Tewas Sebentar Lagi, Tiba-Tiba Angkot Yg Di Naiki Adela Tergelincir Dan Menuju Ke Arah Bendungan, Dan Secara Tiba-Tiba Pintu Angkot Di Samping Adela Terlepas Dan Adela Terpental Keluar Dan Terjatuh Ke Arah Bendungan, Dan Ternyata Bendungan Tersebut Sangat Dalam, untunglah Adela Tidak Terjadi Apa-Apa Pada Adela, Karena Bendungan Tersebut Kosong, Tetapi Terdengar Suara Yg Kencang, Ternyata Itu Adalah Sebuah Mesin Pembuangan Limbah, Sehingga Dengan Cepat Bendungan Tersebut Terisi Dengan Air Kotor, Adela Pun Menjadi Panik, Adela Pun Ingin Melarikan Diri Dari Bendungan, Tetapi Bendungan Tersebut Sangat Dalam Sehingga Adela Tidak Bisa Keluar, Dan perlahan-lahan Air Tersebut Mulai Memenuhi Bendungan Dan Adela Pun Teringat Bahwa Dalam Firasat-nya Bahwa Dia Akan mati Karena Kehabisan nafas, Dan Benar Adela Akan Tewas Karena Tenggelam Sehingga Adela Kehabisan Nafas Akhirnya Adela Pasrah Dan Dia Berkata Untuk Terakhir Kalinya “ Tiba Waktunya !!” dan Akhirnya Adela Pun Tewas Tenggelam Di Dalam bendungan.



~~ The End ~~


Maaf Jika Ada Yg Tersinggung

Read More..

14 Februari 2011

Valentine

Hepi Valentine....... All... :) Hari Kasih Sayang Bukan Berarti kita meminta Coklat Atau hadiah Atau mengasihi Orang Yg Kita Cintai Saja, tetapi Valentine mengasihi Siapapun entah Dia Musuh Kita, Memang berat Untuk mengasihi Orang yg Kita Cintai, tetapi Sudah Seharusnya, dan Yg Terpenting Bukan Hanya Pada Hari Valentine Saja KIta Mengasihi Orang Tetapi Setiap hari Ok..... WYATB All.... have A Nice Day With Your valentine's Day... :)
Read More..

08 Februari 2011

Suku n Adat Di Indonesia

Countinued Lah...........

Suku Sunda

Suku Sunda, Berasal dari Jawa Barat
Suku Sunda Pasti Tw Lah Orgnya Kyk Mana, Cowokx Cakep, Cewekx Cantik, Dan Yg G Kalah penting, Suku Sunda Jarang Memakan Daging, Mereka Lebih Suka memakan Lalapan n Sambal, Nah..... Y Kayak Palembang.. Suku Sunda Gak Ada Ke Khas-an Tertentu, Tapi Kayak Yg Aku Bilang Yg Penting Kulinerx. Sudah Bisa Di Tebak Lah, Sunda Mah, Sambelnya Enak2 Gak Mungkin G Enak, Karena Mereka Memakai Bumbu Tertentu, Makanx Mereka Sering Makan Ikan Bakar,Ayam Bakar,Lalapan Pasti Ada Samablnya Makanya, Enak Jadi Orang Sunda, Dan Juga Orang Sunda Memiliki Perkebunan Teh Yg Sangat Banyak n Kopix, Karena Suku Sunda Tinggal Di Daerah Pegunungan, Makanya Disana JUga Dingin, Makanya Cocok Minum Teh Di Sana/Kopinya Karena Udah Suhunya Dingin Tehnya Alami Lagi... Hmmmmm Enak Lah PokoknyaKalo Udh Di Pegunungan-nya, makannya Kapan2 Kalo Ke Bandung Jgn lupa Ke gunung Tangkuban Perahu,Puncak,dll.................... Mungkin Sampe Sini Dulu Y Ceritanya Nanti Palingan Nyambung lagi

About This..
Stevefanus Y.
08/02/2011
Read More..

03 Februari 2011

Adat n Suku Di Indonesia

Countinued.....

Suku Toraja

Suku Toraja, Berasal dari Sulawesi Selatan,
Suku Toraja Memiliki Kebudayaan Yg Unik, Yaitu Pada Acara Kematiannya, mereka Dapat Merayakan Acara Dengan Dana Yg Sejumlah Rp 1.000.000.000,00 Alias 1 Milyar, Gila, Mau Taukah Itu Cuma Buat Satu Orang Ajah. Busyet !!!!!!!!!!!!!!!! {Berarti Kalo 1 Keluarga Ada 25 Orang meninggal Semua, Berarti Jumlah Uang Yah Berarti Sekitar + 25 Milyar } hahahahahha, Abis Itu, Bukan Hanya Itu, Tetapi Mereka Juga Harus Membutuhkan Banyak Kerbau n Babi, Dan juga Di Tana Toraja Juga Terdapat Kuburan Yg Unik, Yg Di Sebut londa n Lemo, Londa Adalah Kuburan yang Ada Di Goa, N Lemo Adalah Kuburan yg Berada Di Tebing-Tebing, Dan Juga Kuliner nya donk Ada Camilan Di Tana Toraja Yg Bernama Dange, Dange Adalah Makanan Yg Dibuat Dari Ketan Yg Di Kukus Dengan Gula Merah, Walopun Kelihatan nya G Menari Yg Penting Rasanya Donk, hmmmm........... enak Hahahhahahha Dan Juga Mereka memiliki makanan yg unik yaitu Ayam Didalam Bambu, dan juga Ada Nasi Hitam Yg Enak..... :D, Dan Juga Mayoritas Agamanya adalah Kristen n Katolik. Yah Mungkin sampai Sini Dulu Yah Ceritanya

About This
Stevefanus Yanli
03/02/2011
Read More..