21 Februari 2011

Venbix's Final Destination I

** Chapter 1 (Death Plot ) **


Seoarang Anak Bernama Adela, memiliki Sifat Yg Aneh Belakangan Ini. Ketika Adela, Dewi, Dea, Ilma, Cita, Hanifa, Syarifah, dan Melinda

Sedang Makan Di Dalam kelas Dengan Kondisi Pintu kelas Tertutup, Di Bangku belakang, Sambil Bercerita, Adela, Ilma, Cita Sedang Makan, Syarifah, Melinda, Dewi, menemani Mereka makan Sambil Bercerita, Sedangkan Dea dan Hanifa Bermain Laptop, Kebetulan mereka Hanya Ber-8, Dan Tidak Ada Orang Lagi Selain mereka, “Aduh.. Baterainya Habis” Kata Dea. “Yach.. Sama Ajah Kayak Aku, De” Kata Hanifa. “Boleh Charge Laptop Disanakah ?” Kata Dea, “Boleh”. “Eh Aku Juga Boleh Kah ?” Kata Hanifa, “Boleh”, “:Apa Aku Dulu !!!” “Teriak Dea, Apaan Sich, Suka-Suka Aku Dong !!!”, Ketika Mereka Berkelahi, Dewi Ingin melerai Tetapi Dia Tersandung oleh Kabel Tersebut, Dan Akhirnya Dewi Tersetrum Sehingga merusak Syarafnya, Dewi Tewas Seketika. Perkelahian Pun Belum Berhenti, tetapi Dea, masih Tetap mau Memukul hanifa, tetapi Chargenya Terlepas Dan mengenai Muka Dea Tetapi Dea masih Bertahan, Tetapi Asap Yg Ada Didalam Ruangan Tersebut Sangat Banyak Sehingga mebuat Dea Kehabisan Oksigen, Sehingga Menewaskan Dea Seketika, Dengan Spontan Adela Dan yg Lain Meninggalinya, Tetapi Ilma Tidak Sengaja Melempar Makanannya Kearah kabel, kabelnya Pun Rusak Sehingga Lampu Menjadi Padam. Perlahan Kabel Mulai Terbakar, dan Membakar Kabelnya, Lampunya Pun Tersetrum Sehingga lampunya Retak Dan pecah Dan Serpihan Kacanya Masuk Tepat Kedalam Mulut Ilma Dan Menusuk Rahang Ilma, Ilma pun tewas Seketika, Lalu Hanifa Yg Melihat Dea tewas, Langsung Menangis Tetapi karena Kabel Listriknya Bergerak, dan Mengenai Hanifa, Hanifa Tewas Karena terbakar Arus Listrik, Pada Saat Itu Angin Sangat Kencang Dan Api Gampang Untuk menyebarnya. Sehingga Api Tersebut Mengenai Badan Syarifah, Syarifah Pun Tewas. Berbeda Dengan Melinda karena Api Itu Terus Merambat Pelafon Tersebut jatuh Di Atas Melinda, Melinda Tewas Seketika, Dan Api Semakin Besar, Pada saat itu juga Cita Jatuh. Dan Karena Api Terlalu Cepat Bergerak Akhirnya Api Tersebut membakar Cita Tetapi Masih Tetap Bertahan Tiba Tiba Meja meja Yg Ada Di Kelas Terbakar Sehingga Kayu-Kayunya Brerterbangan Dan Menimpa Cita , Dan Adela, Yg Sudah Terlalu letih Pun Tewas karena Terlalu Banyak, Asap yg Di Hirupnya. Ketika Adela Berkedip, Semua Kembali Seperti Semula. Dengan Spontan Adela Berteriak “Buka Pintu Jangan Lah Men-Charge Laptop-mu” Dengan Penuh Ketakutan Adela Berkata.

** Chapter 2 ( Dewi's Death ) **


Pada Saat Pulang Sekolah,Entah Apa Dia Melihat Seorang Guru melatih Muridnya Untuk LKBB, Entah Apa Dia Melihat Dewi Dan Temannya Sedang melakukan Gerak Jalan, Dari Pandangan Sebelah Mata Ia melihat Pelatih LKBB Itu Tidak mengetahui Bahwa Peluitnya Jatuh, Dan Kebetulan, Dewi Dan Teman-Temanya Juga Tidak Mengetahui Bahwa Peluit Tersebut Jatuh Dan Ketika Mereka Ja`lan Menjauhi Dimana Letak Peluit Tersebut Jatuh, Seorang Murid Yg Baru Selesai Keluar Dari Kantin, Tanpa Sengaja Dia Tersandung Oleh Peluit Tersebut, Dan Yg Mengejutkan Siswa Tersebut Membawa Sebuah HP Yg Ditaruh Di Kantung Bajunya Dan Dengan Cepat Murid Tersebut Bangkit Dan Berlari, Tanpa Sepengetahuanya Bahwa HP-Nya Masih Tertinggal Bersama Dengan Peluit Yg Dijatuhkan Oleh Guru Tersebut, Dan Adela Pun Mendengar Guru Pelatih LKBB Tersebut berkata “ Putar Kanan Henti.. Grak” Dan Akhirnya Gurunya berlanjut Berkata “ Langkah Tegak Maju G'rak” Mereka Pun Maju, Lalu Tanpa Sengaja Dewi Menginjak Peluit Dan HP Yg Ditinggalkan Oleh Seorang Murid Tersebut, Akhirnya Dewipun Jatuh Tetapi Dagu Dewi Terbentur Dengan Sebuah Batu, Akhirnya Dewi Tewas Seketika, Karena Batu Itu Memutuskan Syaraf Yg Terdapat Dalam Dagunya. Adela Yg Melihat Kejadian Itu, Sangat Terkejut Sekali, Ketika Adela Mengedipkan Matanya, Dia Melihat Guru Pelatih LKBB Tersebut Menjatuhkan Peluit Tersebut, Dengan Spontan Adela Berteriak “Bapak!! Peluit Bapak Jatuh” Dengan Perasaan Ketakutan Adela Berteriak. Tetapi Adela Lupa Terhadap Anak Yg menjatuhkan HP-nya, Dan Dengan Hal Sama, Akhirnya Dewi Terjatuh Bukan Karena Menginjak Peluit, Tetapi Karena Menginjak HP yg Terjatuh. Sangat mengerikan melihat kematian Dewi, Adela Pun Sedih Karena Sudah 2 Temannya Tewas Mengenaskan. Tiba-Tiba Cita Menghampiri Adela Dan Berbisik “ Apakah Kamu Dapat memprediksi Meninggalnya Seseorang, Del ?” Dengan Ekspresi Setengah Kesal Setengah Takut Cita Berbisik Kepada Adela, “Aku Bukan Seperti Orang Yg Kamu Pikirkan, Cita” Sambil menangis Adela Berkata. Lalu Adela Berpikir Terhadap Kematian Dewi Dikelas, Yaitu Dia Meninggal Karena menginjak Sesuatu Dan menyebabkan Syarafnya Rusak.






** Chapter 3 ( Dea's Death )**


Keesokan Harinya, Adela Datang Kesekolah Dengan Penuh Kekhawatiran, Dalam Sekilas Mata, Adela melihat Sebuah Selang Yg Dihubungkan Dari Aula Ke Kamar Mandi, Dengan Bingung Ia Melihat Beberapa Tetes Air Yg keluar Dari Selang Tersebut, “Bahaya Selang Tersebut Bocor!!!” Dan Kebetulan Hari Itu Adalah Hari Senin Jadi Mereka Adela Dan Teman-Temanya Mengikuti Upacara Tersebut. Makin Lama Tetesan Air Tersebut Makin Banyak Hingga Air Tersebut Mengalir, Tiba Saatnya Untuk Amanat Upacara, Kemudian Sang Pembina Upacara mengambil Mic-Nya Kabelnya-Pun Hampir Mengenai Selang Tersebut, Upacara Pun Tetap Berjalan, Tetapi Tetesan Air Tersebut Makin Banyak Hingga Mengalir Mengenai Kabel Mic Tersebut. Dan Akhirnya ketika Air Menyentuh Kulit Kabel, Dengan Spontan Pembina Upacara Melempar Mic Tersebut Tepat Di Wajah Dea, Dea Pun Tewas karena Wajahnya Yg Rusak Dan Merusak Bagian Kepalanya. Adela Berteriak Dan Masuk ke Dalam Kelas, Syukur Lah Upacara Belum Dimulai Dan Adela Masih Dapat Melihat Dea Yang Sedang Bermain Laptop Di Mejanya. Tetapi Adela masih melihat Selang Tersebut Bocor, Hingga Pada Saat Amanat, Adela Berbisik Kepada Dea, “ Apakah Kamu Ingin Buang Air Kecil ? “ Lalu Dea Menjawab “Tidak”. “Baiklah, Tolong Temani Aku Ke Kamar Mandi.” Akhirnya Adela Dapat Menghindari Malapetaka, Dan Pada Saat Itu Juga Mic-Nya Juga Tidak Sengaja Terlempar. Untunglah Dea Tidak Kena Lemparan Mic Tersebut. “Akhirnya Aku Bisa Mengantisipasinya,

Jadi Semua Malapetaka Tersebut Bisa Aku Atasi, Terima Kasih Tuhan.” Tapi Sayang ketika Dia Pergi Ke Kamar Mandi, Adela Tidak mengetahui Bahwa Selang Tadi Masih Bocor, Akhirnya, Ketika Dea Menginjak Air Dari Bocoran Selang Tadi Dea Terjatuh, Dan Kepalanya Masuk Ke Dalam Sebuah Kubangan, Untung Lah Dia Baik-Baik Saja, Tetapi Kaki Dea Terkilir Akibat jatuh Tersebut, Air Yg Bocor Mengalir makin Deras Sehingga Air Tersebut Mulai Masuk ke Dalam Mulut Dea Dan masuk Kedalam Hidung Dea, Perlahan Air Tersebut Masuk kedalam Mulut Dea, Dea Hampir Tidak Bisa Bernafas, dan Yg lebih Parah Lagi Air Tersebut Adalah Air Kotor, Akhirnya Karena Terlalu lama Di sana Dea Terinfeksi Dan Akhirnya Tewas. Ketika Adela melihat kematian Tersebut, Adela Teringat Akan kematian Dea Dikelas, Dea meninggal karena wajahnya terhantam charge, tetapi masih bisa bertahan, Tetapi Karena Dia Tidak Bisa Bernafas, karena itu dia tewas Seketika.

** Chapter 4 ( Ilma's Death ) **


Adela Merasa Sangat Aneh... Ketika Ilma,Hanifa, Dan Cita Sedang Makan Di Kantin.. Adela Merasakan Sesuatu Yg Aneh Terjadi, Ketika Seorang Penjual Memukul Seplastik Es, Tanpa Sengaja Serpihan Es Yg Besar Jatuh Kelantai, Karena Saat Itu Cuaca Sangat Panas, Es Tersebut Langsung meleleh Dengan Cepat, “Ah... Panasnya Cuaca hari Ini” Kata Hanifa, “memang, Ayo Kita Beli Es Ajah Yuk!!!” Balas Ilma. Lalu Akhirnya mereka Ber-3 Membeli Es Teh Manis, Tanpa Sengaja Sendok Teh Ilma Jatuh dan Secara Tidak Sengaja Ilma Menginjak Lelehan Es Tersebut Dan Yg lebih Mengerikan Sendok Tersebut Masuk kedalam Mulut Ilma Dan Menusuk Rahang Ilma, Ilma Tewas Seketika, Banyak Orang Berteriak Melihat Tragisnya Tewasnya Ilma. Untunglah Itu Semua Hanyalah Prediksi Semata lewat Pikiran Adela. Dengan Cepat Adela Berlari Melihat Mereka Ber-4 Makan, Dan Telaknya Dia Melihat Seorang Penjual memukul Es. Betapa Kagetnya Adela, Bahwa Apa yg Dia Pikirkan Bukanlah Hanya Pikiran Semata Adela!! Ternyata Kejadian Itu Benar-Benar Terjadi.. Dengan Mendadak Adela Menangis Dan Menghampiri Ilma “Janganlah Membeli Es, Karena Sendok Tersebut Akan Menusuk Rahang Mulutmu!!” Dengan Tertawa Ilma Berkata “Janganlah bercanda Adela. Kami Tahu Kamu Ketua Kelas, Del, Tetapi Kamu Itu.. Ck.Ck.Ck Lelucon Tersebut Sangat membuat Saya tertawa Geli”.

Teta..”Adela Berkata ”Jangan Bergurau Lah Adela”Sambung Ilma.

Ayolah” Mohon Adela. Dengan Santai Ilma Memalingkan Wajah Dan Membeli Es, Lalu Tanpa Sengaja Ilma Menjatuhkan Sendoknya, Dan Ilma Menginjak Lelehan Es dan terjatuh Dan Sendoknya Masuk Kedalam Mulutnya Dan Menusuk Rahang Mulutnya. Adela Sangat Shock Ketika Melihat Temannya Ilma Tewas. Lalu Adela Teringat Akan kematian Ilma Di Kelas, kaca menusuk Rahang Mulutnya Hingga Menyebabkan Ilma Tewas.


Adela Pun mengerti Apa Arti Malapetaka Yg Terjadi Di Kelas Tersebut, Ternyata Itu Urutan Siapa Yg Akan Meninggal, Adela Pun

Membuat Cerita Tentang Itu, Ini Catatannya :


Dewi Mati Ke-1 Syarifah dan Melinda Ke-5

Dea Mati Ke-2 Cita Mati Ke-6

Ilma Mati Ke-3 Aku Mati Ke-7

Hanifa Mati Ke-4

** Chapter 5 ( Hanifa's Death ) **


Ketika Waktu Pulang Sekolah, Adela Bergegas mengejar Hanifa ke Trotoar jalan yg biasa sebagai jalan pulang Hanifa, “Kamu Selanjutnya, Kamu Selanjutnya Nif” Kata Adela, “Apa maksudmu, Del?” Lanjut Hanifa “Tidakkah Kamu Tahu Kematian mereka semua. Baiklah Aku Akan memberitahumu, Kau masih Ingat Ketika Kita Makan Di Kelas, Dan Aku melarang Kalian Men-charge Laptop-Mu? Kalau Ingat Sebenarnya, Aku memiliki Firasat Yg Sangat mengerikan, Dewi Akan mati Tersandung kabel, Dea Akan Mati Karena Tidak Bisa bernafas, Ilma Akan Mati Karena Mulutnya Tertusuk Kaca Lampu, Dan Kamu Akan Mati Karena Listrik Menyabetmu!!! Setelah Itu, Syarifah Dan Melinda Akan Tewas Karena Api Membakarnya, Begitu Juga Dengan Cita, Dan Terakhir Aku, Aku Akan Mati Karena Kehabisan Oksigen.” Berceritalah Adela Pada Hanifa, “OK... Nanti Kita Lihat Apakah benar, Firasat Aneh Mu Itu Akan membunuh-ku?” Cuek Hanifa Sambil Berkata. Tiba-Tiba Sebuah Burung Hinggap Di Kabel Listrik Di Jalanan, Dan Ternyata Burung Tersebut Telah memutuskan Kabel Listrik, Dan Dengan Cepat Kabel Listrik Jatuh Dan Menghantam Hanifa Dengan Luka Sayat Yg Cukup Parah, Dan kabel Tersebut Kembali Menyabet dan memberi percikan Api Ke Tubuh Hanifa, Sampai Akhirnya Tubuh Hanifa Terbakar Dengan Parah, Adela Yg Melihat Kejadian Tersebut Sangat Shock Dan berteriak Dengan Kuat” Dan Kematian Tersebut Persis Dengan Kematiannya Di kelas.

** Chapter 6 ( Syarifah n Melinda's Death ) **


Adela Yg Mengetahui Bahwa Nyawa Syarifah dan Melinda Akan menghadapi Kematiannya, Adela Dengan Cepat Menghampiri Rumah Syarifah, Kebetulan Melinda Juga Ada Disana, Lalu Dengan Cepat Adela Berkata “Berhati-hatilah, Kalian, Karena Kalian Bakal Mati Kayak mereka Juga” Sahut Adela, “Masa Sich ??” Kata Mereka, “Ya Kalian akan Terbakar Percayalah Padaku” Kata Adela Dengan Penuh Kekhawatiran, “Baiklah, Aku Percaya” Kata Melinda Lalu Sambung Syarifah “Aku Juga,Oh Ya Kamu Mau Kubuat Teh Kah, Del ?” “Mau Lah.” Bilang Adela “Tunggu Sebentar Ya” Bilang Syarifah Sambil Pergi Ke arah Dapur

Dzarr!!!!,Terdengar Ledakan Dari Dapur, Ternyata Kompor Syarifah meledak dan membuat Sebuah Kebakaran Besar Dan Dengan Cepat Api Membakar habis Syarifah, Dan Gelas Yg Dipakai Untuk Teh Pecah Mental ke Arah mereka Dan Ternyata Pecahan Tersebut Mengenai Tulang kering Melinda Sehingga Melinda Terjatuh Dan Tidak Bisa Berjalan, dan Melinda Berteriak “Lari Adela !!! Biarkan Aku Terbakar, Yg Penting Aku Tetap Bersama Syarifah” Sahut Melinda, Adela Tidak Tega Melihat Melinda Di Tengah Kebakaran, Tiba-Tiba Pelafon Dan Atap Rumah menimpa Melinda, Benar-Benar Mengerikan, Dengan Cepat Adela memanggil Orang-Orang Yg Ada Disana. Lalu Adela Teringat Akan Bayangannya Kematian Mereka Di Dalam Kelas, Syarifah Tewas Karena Tersambar Api, Sedangkan Melinda Tewas Karena Tertimpa Pelafon. Adela Sangat Ketakutan Karena Banyak Teman-Temannya Yg meninggal Dengan Tragis.

** Chapter 7 ( Cita's Death ) **


Keesokan Harinya, Cita Ingin Naik Angkot Dari Terminal Sampai Gunung Sari, Akhirnya Dia Cita Mendapat Sebuah Angkot Yg Akan Menuju Kesana, Ketika Dalam Perjalanan, Ada Seorang Yg Menyetir Mobil Sambil Merokok Di Depan Angkot Tersebut, Ketika Sudah Selesai Merokok, Dengan Sembarangan Perokok Tersebut Melempar Rokoknya, Dan Masuk Kedalam Angkot Yg Ditumpangi Cita, Dan Rokoknya Jatuh Di Dekat Speaker, Kebetulan Supir Angkot Tersebut Menghidupkan Tape-nya Dengan Suara Yg Kencang, Asap Rokok Itu Pun Perlahan-lahan Masuk Ke Dalam Speaker, Dan Mulai Membakar Isi Dalam Speaker, Dan Tiba Tiba Angkot Tersebut Terlempar Ke Arah Belakang Dan Menyebabkan Speaker-nya meledak, Dan Semua Orang Yg Ada Di Dalam angkot Tersebut Terbakar Habis. Tetapi Cita Masih Tetap Bertahan, Tetapi Api Semakin Besar Dan Membuat Banyak Kebakaran Dan Banyak Orang Yg Membantu Untuk Menyelamatkan Cita, Tiba-Tiba Speaker Tersebut Meledak Dan Menimpa Tubuh Cita, Cita Pun Tewas Seketika. Kecelakaan Tersebut Ternyata Masuk Sebuah Berita Televisi Dan Menewaskan Seorang Anak Perempuan Yg berinisial C, Berita Tersebut Tertonton Oleh Adela, Adela Pun Mengetahui Bahwa Anak Tersebut Adalah Sahabatnya Cita, Adela Pun Bergegas Menuju TKP Dimana Cita Tewas. Dan Adela pun Teringat Akan Firasat-nya Tentang Kebakaran Di Kelas Dan Dia Juga Teringat Akan Kematian Cita Pada Firasatnya, Bahwa Cita Akan mati Karena Terbakar Dan Tertimpa Meja. Adela Pun Aknirnya Pergi Ke TKP Dimana Cita Tewas.

**Last Chapter ( Adela's Death ) **



Adela Pun Bergegas Ke TKP Dimana Cita Tewas, Adela Langsung Pergi Menggunakan Angkot, Dan Ternyata Angkot Tersebut Penuh Kecuali Bangku Paling Depan, Jadi Adela Terpaksa Duduk Di Depan, Ternyata Engsel Pada Pintu Angkot Tersebut Rusak Sehingga, Pintunya Mudah Dibuka. Dalam Perjalanan, Adela Melihat Sebuah Poster Bertuliskan “ Ayo Cepat Hadirilah { Your Dear Is Near }” Tetapi, Huruf R Pada Akhir Kata Dear Pudar Menjadi Huruf D Sehingga Kata Tersebut menjadi Your Dead Is Near, Maka Adela Memiliki Firasat buruk Yg Akan Mengejarnya, Ketika Adela Sudah Sampai Di TKP Dimana Cita Tewas, Dan ternyata TKP Yg Dimana Cita Tewas Tersebut Dekat Sebuah Bendungan Kosong, Tanpa Sengaja Adela Melihat No Plat Angkot Dinaiki Cita Lewat Sebuah Kaca Spion Dan Ternyata No Plat Angkot Yg Di Naiki Cita Adalah [ KT 43 D ] Tetapi Karena Dibaca lewat Sebuah Spion Maka No Platnya menjadi Terbalik Dan No Plat nya Adalah [ D 34 KT ] Dan Jika Dibaca Akan Terdengar Mirip Kata DEATH, Adela Pun Mengetahui Bahwa Sebentar Lagi Dia Akan menjadi Orang yg Akan Tewas Sebentar Lagi, Tiba-Tiba Angkot Yg Di Naiki Adela Tergelincir Dan Menuju Ke Arah Bendungan, Dan Secara Tiba-Tiba Pintu Angkot Di Samping Adela Terlepas Dan Adela Terpental Keluar Dan Terjatuh Ke Arah Bendungan, Dan Ternyata Bendungan Tersebut Sangat Dalam, untunglah Adela Tidak Terjadi Apa-Apa Pada Adela, Karena Bendungan Tersebut Kosong, Tetapi Terdengar Suara Yg Kencang, Ternyata Itu Adalah Sebuah Mesin Pembuangan Limbah, Sehingga Dengan Cepat Bendungan Tersebut Terisi Dengan Air Kotor, Adela Pun Menjadi Panik, Adela Pun Ingin Melarikan Diri Dari Bendungan, Tetapi Bendungan Tersebut Sangat Dalam Sehingga Adela Tidak Bisa Keluar, Dan perlahan-lahan Air Tersebut Mulai Memenuhi Bendungan Dan Adela Pun Teringat Bahwa Dalam Firasat-nya Bahwa Dia Akan mati Karena Kehabisan nafas, Dan Benar Adela Akan Tewas Karena Tenggelam Sehingga Adela Kehabisan Nafas Akhirnya Adela Pasrah Dan Dia Berkata Untuk Terakhir Kalinya “ Tiba Waktunya !!” dan Akhirnya Adela Pun Tewas Tenggelam Di Dalam bendungan.



~~ The End ~~


Maaf Jika Ada Yg Tersinggung


| Free Bussines? |

0 komentar:

Posting Komentar